Connect with us
Agen Togel Agen Bola

Hot News

Belgia Harus Bermain Dengan ‘Tidak Takut Sama Sekali’ Di Semifinal Piala Dunia Melawan Prancis – Roberto Martinez

Manajer Belgia Roberto Martinez mengatakan itu adalah permainan timnya yang fundamental tanpa rasa takut terhadap Prancis dalam pertandingan semifinal Piala Dunia Selasa.

Published

on

Roberto Martinez

Lapakgol.com – Manajer Belgia Roberto Martinez mengatakan itu adalah permainan timnya yang fundamental tanpa rasa takut terhadap Prancis dalam pertandingan semifinal Piala Dunia Selasa.

Setan Merah Martinez menyapu bersih favorit Brasil di perempatfinal pada hari Jumat, menyiapkan pertandingan yang menggembirakan dengan Les Bleus di St. Petersburg minggu ini.

Belgia berlari di lima kali juara dunia dengan serangan balik yang menghancurkan dalam kemenangan 2-1 mereka, dan Martinez mengatakan kepada ESPN Fernando Palomo dan Gaby Ruiz pada hari Minggu bahwa timnya akan membutuhkan keberanian yang sama terhadap Prancis.

“Tidak diragukan lagi. Kelompok ini harus bermain tanpa rasa takut sama sekali. Jika kita mendekati pertandingan ini dengan rasa takut di dalam diri kita, kita akan menjatuhkan diri dan kita akan dapat melakukan jauh lebih sedikit daripada apa yang sebenarnya dapat kita lakukan,” kata Martinez.

Roberto Martinez

Roberto Martinez

“Bermain tanpa rasa takut mungkin akan menjadi satu-satunya hal yang akan sangat membantu kita.”

Selain memainkan pertandingan tanpa takut, mantan bos Everton menunjuk pentingnya tampilan kolektif dari sisi di mana banyak pemainnya telah bersama dengan tim nasional selama bertahun-tahun.

“Ada dua fase yang sangat penting. Anda harus menjadi satu tim yang utuh sejak hari pertama. Saya percaya bahwa, untuk memenangkan kejuaraan, Anda harus bermain, secara kolektif, sebagai satu tim,” katanya. “Ketika kami berhasil mencapai itu, ada minat dari setiap pemain untuk menyingkirkan semua kepentingan pribadi.”

Belgia menempatkan rencana untuk mengembangkan bakat sepakbola muda di negara itu lebih dari satu dekade lalu, dengan pemain senior saat ini dilihat sebagai buah dari kerja itu.

TERKAIT : 

Ditanya berapa banyak “Generasi Emas” ini dapat mencapainya, Martinez mengatakan: “Penting bagi setiap orang untuk memahami bahwa Belgia memiliki populasi sebesar 11 juta dan bahwa generasi pemain saat ini tidak terjadi secara kebetulan. Ada struktur yang sangat jelas dalam sepak bola profesional di Belgia.

“Belgia adalah negara yang fokus pada pengembangan talenta muda. Kami hanya bisa menjadi diri sendiri dan kami sudah punya waktu untuk menggunakan Piala Dunia ini sebagai keuntungan dengan generasi terbaru.”

 

 

 

 

 

Dunia

Paul Pogba Mengalami Perubahan Yang Lebih Baik

Published

on

Paul-Pogba

Lapakgol.com – Dilansir dari Situs Judi Bola FortunaVipBek Manchester United, Luke Shaw mengatakan nama Paul Pogba sebagai player terbaik yang dimiliki The Red Devils saat ini.

Dia percaya Pogba merupakan player istimewa yang bisa melakukan segalanya di lapangan. Pogba mulai bersinar kembali setelah ditangani Ole Gunnar Solskjaer.

Dia rutin membukukan gol dan menyumbangkan assists pada beberapa pertandingan awal Solskjaer, meski sedikit menurun pada dua atau tiga pekan terakhir.

Perkembangan Pogba ini tampak kontras jika dibandingkan dengan era Jose Mourinho tahun lalu. Saat itu, Pogba tampak seperti player yang tertekan dan tidak bisa benar-benar bermain lepas di lapangan.

Kondisi inilah yang membuat Shaw yakin bahwa Pogba sebenarnya merupakan player terbaik yang punya beberapa kemampuan hebat.

Pada awalnya, Shaw menegaskan bahwa setiap player yang membela Munchester United saat ini merupakan pemain-pemain top. Walaupun seperti itu, jika harus memilih satu player saja, Shaw yakin Pogba merupakan pilihan yang tepat.

“Kami memiliki pemain-pemain luar biasa, terlepas dari apa pun itu. Ada satu player yang sudah pasti saya pikirkan dan ada beberapa player yang saya kira bisa jadi terbaik di posisinya. Player komplet serbalengkap pasti Paul Pogba,” kata Shaw.

“Dia sudah memiliki kemampuan hebat dalam beberapa tahun terakhir tetapi dia mulai membuktikan pada kami soal Pogba yang kita semua tahu. Di sesi latihan, dia selalu ingin jadi lebih baik, dia tidak membiarkan pemain mana pun melawannya dengan mudah.”

Biarpun demikian, sehebat-hebatnya Pogba di lapangan, dia tetap memiliki kekurangan di luar lapangan.

Pogba merupakan salah satu player yang paling sering terlambat menghadiri kegiatan tim, meski frekuensi keterlambatannya mulai menurun di era Solskjaer.

Dikutip oleh situs Agen Judi Bola OnlineFortunaVip“Dia gelandang sempurna dan pemimpin tim yang hebat.”

“Player yang sering terlambat? Pogba lagi. Dahulu dia sering terlambat dan memaksa kami menunggu saat pertemuan tim, tetapi dia sudah berkembang jauh lebih baik sekarang, dia tidak pernah terlambat lagi dan itu bagus.”

“Ole sangat ketat pada ketepatan waktu sehingga jika anda terlambat, anda tidak akan melakukannya lagi setelah dia berbicara pada anda,” tutupnya.

Continue Reading

Dunia

Walaupun Kalah Dikandang Lawan Tottenham Hotspur Tetap Ke Semifinal

Published

on

man-city-tottenham-170419za

Lapakgol.com – Dilansir dari Situs Judi Bola FortunaBola.  Walaupun kalah 3-4 dari Manchester City pada sesi II perempatfinal, Tottenham Hotspur ke semifinal Liga Champions!.

The Lilywhites unggul gol tandang dalam agregat 4-4. Di Etihad Stadium, Manchester, Kamis 18 April 2019 dini hari WIB, lima gol tercipta di babak pertama. City unggul 3-2 atas Tottenham.

Gol The Citizen dicetak Raheem Sterling di menit ke-4 dan 21, serta Bernardo Silva, dan Tottenham mendapat dua gol dari aksi Son Heung-min di menit ke-7 dan 10.

Di babak kedua, kedua tim sama-sama menambah satu gol. Sergio Aguero sempat membawa City unggul 4-2, sebelum Fernando Llorente memperkecil skor menjadi 4-3. Skor bertahan hingga pertandingan selesai.

Di menit akhir, Sterling sempat membobol gawang Tottenham. Tapi VAR menganulirnya karena sebelumnya Aguero, yang memberi umpan, sudah dalam berada dalam posisi offside. Skor 3-4 tetap bertahan saat peluit tanda akhir pertandingan berbunyi.

Hasil itu sudah cukup mengantarkan Tottenham sukses ke semifinal dengan keunggulan gol tandang dalam agregat 4-4, setelah menang 1-0 di kandang pada sesi pertama.

Selanjutnya, Tottenham akan menghadapi Ajax Amsterdam di semifinal.

Susunan Pemain :

Manchester City : Ederson, Benjamin Mendy (Leroy Sane 84′), Aymeric Laporte, Vincent Kompany, Kyle Walker, Ilkay Guendogan, David Silva (Fernandinho 63′), Kevin De Bruyne, Raheem Sterling, Bernardo Silva, Sergio Aguero

Tottenham Hotspur : Hugo Lloris, Danny Rose, Jan Vertonghen, Toby Alderweireld, Kieran Trippier, Victor Wanyama, Dele Alli, Moussa Sissoko (Fernando Llorente 41′), Christian Eriksen, Lucas Moura (Ben Davies 82′), Son Heung-min.

Continue Reading

Dunia

Juventus Dikalahkan Oleh Ajax Dikandangnya

Published

on

juventus-ajax

Lapakgol.com – Dilansir dari Situs Judi Bola FortunaVip, Ajax Amsterdam ke semifinal Liga Champions! Pada sesi kedua perempatfinal, Frenkie de Jong bersama tim mengalahkan Juventus 2-1, dan lolos dengan agregat 3-2.

Bertanding di Allianz Stadium, Turin, Rabu 17 April 2019 dini hari WIB, Juventus vs Ajax berimbang di babak pertama. gol Cristiano Ronaldo di menit ke-28, dibalas oleh Donny van de Beek di menit ke-34.

Di babak kedua, Ajax unggul lewat aksi Matthijs de Ligt. Kapten De Amsterdammers itu merobek gawang Juventus di menit ke-67.

Keunggulan tim tamu bertahan hingga pertandingan selesai. Hasil ini membuat Ajax melaju ke semifinal dengan keunggulan agregat 3-2, usai pada sesi pertama berimbang 1-1.

Selanjutnya, Ajax akan menghadapi pemenang Manchester City vs Tottenham Hotspur di babak empat besar. Juventus menekan Ajax sejak peluit kick off berbunyi.

Peluang pertama datang di menit keempat, saat Emre Can bisa memblok tendangan Andre Onana, yang mendapat back pass, tapi bola reboundnya masih mengarah ke samping gawang.

Perlahan, Ajax bisa keluar dari tekanan. Tapi tetap Juventus yang bisa unggul lebih dulu lewat gol Ronaldo di menit ke-28.

Berawal dari tendangan sudut Miralem Pjanic, penyerang Portugal itu tanpa kesulitan menanduk bola ke gawang Ajax.

Sempat ditinjau VAR, gol itu disahkan wasit Clement Turpin. Ajax merespons gol itu di menit ke-34, usai Van de Beek merobek gawang Wojciech Szczesny dari jarak dekat.

Berawal dari tendangan Hakim Ziyech di luar kotak penalti, bolanya berhenti di kaki Van de Beek yang berada di dalam kotak, dan meneruskannya dengan sepakan placing ke tiang jauh sisi kanan gawang Juventus.

Gol itu sempat dicek VAR juga karena terindikasi offside, tapi wasit mengesahkannya. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama selesai.

Pergantian itu membuat posisi depan Juventus kehilangan efektivitas, karena aliran bolanya tak pernah sampai ke sang striker.

Ajax pun dengan leluasa menguasai lini tengah. Berkali-kali Van de Beek dan rekan-rekannya membahayakan gawang Szczesny berkat permainan bagus.

Di menit ke-51, Ziyech mendapat ruang tembak di sisi kanan kotak penalti, namun sepakan jarak dekatnya bisa digagalkan Szczesny yang membuat penyelamatan gemilang.

Di menit ke-57, giliran Van de Beek yang nyaris membobol gawang Juventus. Menguasai bola di luar kotak penalti sebelah kiri, ia mengarahkan bola ke tiang jauh sisi kanan, tapi lagi-lagi bisa digagalkan Szczesny.

Di menit ke-61, Juventus bisa mengancam melalui serangan balik. Memanfaatkan umpan Ronaldo, Moise Kean melepaskan tendangan kaki kanan yang mengarahkan bola masih sedikit menyamping dari gawang Ajax.

Ajax, yang masih dalam situasi memegang kendali permainan, akhirnya bisa mencetak gol keduanya lewat De Ligt pada menit ke-67. Dikutip oleh situs Agen Judi Bola OnlineFortunaVip

Berawal dari sepak pojok, sang kapten bisa menanduk bola, meski dikawal dua player Juventus, dan mengirimnya masuk ke gawang Szczesny.

Ajax memimpin 2-1. Usai tertinggal, Juventus berusaha menekan. Barisan depan tuan rumah cukup kesulitan membongkar pertahanan belakang Ajax yang tampil disiplin.

Justru Ajax yang masih terus membahayakan. Di menit ke-74, Neres nyaris membobol gawang Juventus. Memanfaatkan kesalahan Daniel Rugani, bola didapat Ziyech, yang langsung mengopernya ke Neres.

Tinggal berhadapan dengan Szczesny, sepakannya tak sempurna sehingga membuat bolanya melenceng dari gawang.

Di menit ke-80, Ajax sempat membobol gawang Juventus lagi. Kali ini Ziyech yang melepaskan tembakan melengkung yang masuk ke gawang Juventus, tapi kali ini VAR membatalkannya.

Di menit ke-89, drama terjadi. Juventus memprotes minta penalti usai Daley Blind terlihat handball. Usai dicek VAR, wasit tidak memberikan penalti. Ajax pun berhasil mempertahankan skor hingga pertandingan selesai.

Continue Reading

Trending