Connect with us
Agen Togel Agen Bola

Hot News

Cristiano Ronaldo Dari Portugal Tidak Bisa Dihentikan Oleh Satu Pemain – Pelatih Uruguay

Pelatih Uruguay Oscar Tabarez mengklaim timnya tidak akan “kehilangan tidur” atas Cristiano Ronaldo, meski mengakui bahwa menghentikan kapten Portugal terlalu berat apabila meminta satu pemain menjelang putaran putaran Piala Dunia 16 besar di Sochi.

Published

on

Cristiano Ronaldo

Lapakgol.com – Pelatih Uruguay Oscar Tabarez mengklaim timnya tidak akan “kehilangan tidur” atas Cristiano Ronaldo, meski mengakui bahwa menghentikan kapten Portugal terlalu berat apabila meminta satu pemain menjelang putaran putaran Piala Dunia 16 besar di Sochi.

Juara Eropa menghadapi Uruguay di Fisht Stadium, Sabtu, bertujuan untuk mengamankan pertemuan perempat final dengan Argentina atau Prancis di Nizhny Novgorod Jumat depan.

Dan Uruguay telah mengidentifikasi Ronaldo, dengan empat gol sejauh ini di Rusia 2018, sebagai ancaman terbesar bagi harapan mereka di suatu tempat di babak delapan besar.

Tapi Tabarez, yang bertanggung jawab atas kampanye Piala Dunia keempatnya dengan Uruguay, menegaskan tidak ada gunanya mengerahkan satu orang untuk menghentikan Ronaldo.

“Saya percaya Cristiano Ronaldo adalah salah satu striker terbaik di dunia,” kata Tabarez. “Dalam merencanakan pertandingan, terutama berfokus pada lawan dan mempertimbangkan level yang dimiliki setiap pemain, itu semua relatif.

“Tetapi apa yang dia miliki di atas semua kualitas itu, dia adalah pemimpin dari tim itu, dan tidak ada satu pemain pun yang dapat menahannya

“Bukan [Diego] Godin. Tidak ada. Kita harus bekerja secara kolektif, tetapi kita tidak kehilangan tidur selama ini.

“Kami akan menganggapnya serius, tetapi kami tidak akan terobsesi olehnya.

Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo

“Sembilan pemain di lapangan untuk Portugal adalah juara Eropa, sehingga berbicara tentang kualitas, dan kami telah mempersiapkan cukup lama.”

Uruguay, sementara itu, masuk ke babak sistem gugur yang bertujuan untuk memenangkan Piala Dunia ketiga mereka, dan pertama sejak 1950, di Rusia.

Dan setelah 12 tahun memimpin tim, Tabarez yakin Uruguay adalah pesaing untuk memenangkan kompetisi.

“Kami telah bekerja bersama selama 12 tahun untuk mendapatkan tujuan dan sasaran, tetapi mengingat batas kami sebagai negara sepakbola – orang harus ingat kami adalah bangsa dengan 3 juta bukan 50 juta,” katanya.

“Kami berhasil mencapai Piala Dunia dan, dalam tiga pertandingan terakhir, kami telah menunjukkan apa yang ingin kami capai.

“Dan saya percaya kita lebih dekat dari sebelumnya untuk mencapai tujuan nyata kita.”

Striker bintang Uruguay Luis Suarez berada di ujung berlawanan dari persaingan Clasico terkenal dengan Real Madrid Ronaldo, tetapi pria Barcelona mengatakan kepada wartawan bahwa tidak ada hubungannya dengan bentrokan Piala Dunia Sabtu.

TERKAIT : 

“Ketika datang ke persaingan dengan Ronaldo di level klub, itu hal yang berbeda sama sekali,” kata Suarez.

“Ini adalah Piala Dunia, dan tentu saja kita semua membela dan kita semua bekerja untuk tim nasional kita, dan itu adalah aspek yang penting. Dan semua orang akan berusaha dan memberikan esok hari terbaik mereka untuk menang.”

 

 

 

 

 

Hot News

Mantan Bek Inter Milan : Juventus Gagal Jika Gagal Memenangkan Liga Champion

Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Mantan bek Inter Milan, Marco Materazzi, bersuara jelang leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2018-2019 yang dimainkan pada tengah pekan ini

Published

on

Marco Materazzi

Lapakgol.com – Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Mantan bek Inter Milan, Marco Materazzi, bersuara jelang leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2018-2019 yang dimainkan pada tengah pekan ini. Kali ini, dia bicara perihal Juventus.

Ia berujar, Juventus pantas disebut mengalami kegagalan di musim 2018-2019 seandainya tak berhasil memenangi Liga Champions musim ini.

Gelar juara Liga Champions memang jadi tolok ukur Materazzi dalam memberikan penilaian. Keperkasaan di kancah kompetisi domestik, Serie A, tak masuk hitungannya lantaran prestasi itu sudah kerap ditorehkan Si Nyonya Tua.

Namun dalam persaingan di level Eropa, khususnya di Liga Champions, Juventus sudah terbilang lama tak unjuk gigi. Mereka kali terakhir memenangi Si Kuping Besar pada musim 1995-1996 saat menaklukkan Ajax.

Dalam empat edisi terakhir, Bianconeri memang mampu ke final dua kali, edisi 2014-2015 dan 2016-2017, namun selalu gagal menang.

Kini dengan kehadiran Cristiano Ronaldo yang kerap dianggap sebagai kartu as Juventus untuk Liga Champions, tak ada alasan lain buat Juventus untuk tak jadi juara.

“Juve kuat setiap tahun dan punya obsesi untuk memenangi Liga Champions,” kata Materazzi kepada Agen Bola FortunaBola.

“Ketika Anda banyak menang di Italia, Anda harus melangkah lebih jauh dan langkah ekstra itu disebut Liga Champions. Dan tahun ini mereka merekrut pemain (Ronaldo) yang tiada bandingannya di level Eropa, jadi saya pikir Liga Champions jadi tujuan utama mereka,” lanjutnya.

Materazzi menambahkan, ia mengakui di Italia tak ada yang bisa menghilangkan scudetto dari genggaman Juventus. Namun, ia kembali menegaskan, jika Juventus tak memenangi Liga Champions, bisa disebut sebuah kegagalan secara keseluruhan.

“Ketika Anda bersama yang terkuat di dunia, bersama Messi, wajar untuk berharap bisa memenangi trofi Liga Champions. Jika Juventus menang, saya akan mengucapkan selamat, sebagai sesama orang Italia. Tapi, jangan harap saya mendukung mereka,” ujar mantan bek Timnas Italia itu.

Continue Reading

Eropa

Gelandang Paris Saint Germain di Kabarkan Akan Bergabung Dengan Barcelona Musim Depan

ilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Gelandang Paris Saint-Germain, Adrien Rabiot, dikabarkan Le Parisien pada Sabtu (16/2/2019)

Published

on

Adrien Rabiot

Lapakgol.com – Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Gelandang Paris Saint-Germain, Adrien Rabiot, dikabarkan Le Parisien pada Sabtu (16/2/2019), akan bergabung dengan Barcelona pada musim depan. Kedua belah pihak dilaporkan sudah mencapai kesepakatan verbal.

Kontrak Rabiot bersama PSG akan berakhir pada Juni 2019. Rabiot sudah memutuskan untuk tidak menambah masa baktinya di klub tersebut.

Hal itu membuat statusnya dibekukan dari skuat PSG. Rabiot tidak boleh berlatih bersama skuat utama sejak Desember 2018.

Barcelona sebenarnya sudah disesaki gelandang berkualitas seperti Sergio Busquets, Ivan Rakitic, Arthur Melo, dan Frenkie De Jong yang akan bergabung pada musim panas nanti. Namun, tim Catalan mengantisipasi kepergian Rakitic ke klub lain dengan mendatangkan Rabiot.

Rabiot disebut sebagai gelandang yang serbabisa. Namun, ia jarang mendapat kepercayaan untuk membuktikan kemampuannya.

Tidak hanya di PSG, Rabiot juga disebut sebagai pemberontak di timnas Prancis. Pada Piala Dunia 2018, Adrien Rabiot menolak untuk masuk dalam daftar tunggu skuat Prancis.

Continue Reading

Hot News

Ancaman Pelatih Arsenal Kepada BATE Borisov

Lapakgol.com – Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Pelatih Arsenal Unai Emery mengusung misi balas dendam kepada BATE Borisov

Published

on

Unai Emery

Lapakgol.com – Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Pelatih Arsenal Unai Emery mengusung misi balas dendam kepada BATE Borisov. Emery berjanji akan membawa The Gunners membalas kekalahan 0-1 dari BATE Borisov pada leg pertama 32 besar Liga Europa.

“Saya percaya kepada kerja kami untuk menyiapkan pertandingan selanjutnya, dan memiliki hasil berbeda di Emirates,” ujar Emery seperti dilansir Agen Bola FortunaBola.

Arsenal sebetulnya lebih dijagokan menang kendati berstatus sebagai tim tamu. Maklum, Meriam London datang dengan nama-nama senior seperti Petr Cech, Henrikh Mkhitaryan, dan Laurent Koscielny.

Sayangnya, Arsenal gagal mengonversi keunggulan kualitas itu menjadi gol. Satu gol Stanislaw Drahun di menit 45 gagal dibalas hingga pertandingan usai.

Arsenal malah harus kehilangan Alexandre Lacazette, lima menit sebelum laga usai karena diusir wasit. Alhasil, Lacazette tidak akan bermain di leg kedua nanti.

Meskipun demikian, Emery yakin, faktor kandang akan membuat Arsenal tampil berbeda. “Saya percaya kepada pemain saya dan saya percaya di kandang dan suporter kami,” ujar Emery.

Emery menambahkan, Arsenal gagal menang dari BATE di laga pertama karena kurang efisien. Padahal, Mkhitaryan dan kawan-kawan tampil lebih dominan dan memiliki banyak peluang.

“Saat momen menyerang, kami punya banyak kesempatan, lebih banyak dari mereka. Tetapi kiper dan eksekusi kami tidak efisien. Kam itelah melakukan segalanya untuk memenangkan pertandingan,” kata Emery.

Continue Reading

Trending