Connect with us
Agen Togel Agen Bola

Hot News

Dalam Menghadapi Kritik, Akankah Mesut Ozil Terus Bermain Untuk Jerman?

Dengan ukuran obyektif apa pun, Mesut Ozil memiliki permainan yang wajar untuk Jerman melawan Korea Selatan. Statistik berjalannya menunjukkan dia secara kasar menempuh banyak hal, dengan kecepatan rata-rata yang sama, sebagai rekan timnya. Sang gelandang menyentuh bola 110 kali, memiliki tingkat keberhasilan yang lewat 86 persen dan memainkan tujuh operan kunci yang mengarah pada tembakan ke gawang, lebih banyak dari yang pernah dikuasai oleh orang lain dalam satu pertandingan di Piala Dunia sampai saat itu.

Published

on

Mesut Ozil

Lapakgol.com – MOSKOW – Dengan ukuran obyektif apa pun, Mesut Ozil memiliki permainan yang wajar untuk Jerman melawan Korea Selatan. Statistik berjalannya menunjukkan dia secara kasar menempuh banyak hal, dengan kecepatan rata-rata yang sama, sebagai rekan timnya. Sang gelandang menyentuh bola 110 kali, memiliki tingkat keberhasilan yang lewat 86 persen dan memainkan tujuh operan kunci yang mengarah pada tembakan ke gawang, lebih banyak dari yang pernah dikuasai oleh orang lain dalam satu pertandingan di Piala Dunia sampai saat itu.

Orang dapat memperdebatkan kemampuan luar biasa Ozil dan posisi penting di lapangan membutuhkan lebih dari sebuah kinerja yang dapat diterima – “dengan kekuatan besar datang tanggung jawab yang besar,” sebagai garis dari “Spider-Man“.

Saluran TV Pro7 menuntut pengunduran diri pemain itu dari tim nasional melalui tweet. (Mereka kemudian meminta maaf dan menghapus posting.) Die Welt, Bild dan FAZ semua artikel bergambar tentang jalan keluar Jerman yang menjijikkan dengan foto-foto playmaker. Sport1 memberinya tanda kemungkinan terburuk (6), dan komentator Sat1 Claus Strunz meratapi bahwa Ozil “hanya bermain mundur” di Kazan. “Kambing hitam telah ditemukan,” Frankfurter Rundschau menulis tentang kritik yang sepenuhnya tidak proporsional.

Mesut Ozil

Mesut Ozil

Yang terjadi selanjutnya adalah semburan pelecehan xenophobia yang ditujukan kepada Ozil, putra imigran Turki. Dia telah mengalami pelecehan keji oleh AFD pihak sayap kanan, sementara perwakilan dari pemain mengatakan kepada ESPN bahwa lebih dari 200 email kasar telah menimpali sentimen diskriminatif tersebut.

Bagi Ozil, kefanatikan adalah kemunduran yang menyakitkan bagi masa kecilnya di Gelsenkirchen, ketika sejumlah klub lokal menolak untuk membiarkannya bergabung. Wajahnya – dan nama depannya – tidak cocok. Pada saat dia muncul sebagai simbol dari sepakbola baru dan semakin beragam make-up dari tim Jerman pada tahun 2010, sentimen publik telah berubah dengan murah hati. Mereka yang mencoba untuk merendahkan anak-anak imigran karena tidak layaknya tempat di tim nasional tidak menemukan gema untuk pandangan menjijikkan mereka.

TERKAIT :

Pemerintah Jerman ingin menampilkan Ozil sebagai anak poster untuk integrasi, tetapi pemain itu tidak pernah merasa nyaman sebagai panutan. Pada tahun 2010, penggemar Turki mencemoohnya selama pertandingan internasional melawan Jerman yang dimainkan di Berlin.

 

 

 

 

 

Hot News

Mantan Bek Inter Milan : Juventus Gagal Jika Gagal Memenangkan Liga Champion

Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Mantan bek Inter Milan, Marco Materazzi, bersuara jelang leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2018-2019 yang dimainkan pada tengah pekan ini

Published

on

Marco Materazzi

Lapakgol.com – Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Mantan bek Inter Milan, Marco Materazzi, bersuara jelang leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2018-2019 yang dimainkan pada tengah pekan ini. Kali ini, dia bicara perihal Juventus.

Ia berujar, Juventus pantas disebut mengalami kegagalan di musim 2018-2019 seandainya tak berhasil memenangi Liga Champions musim ini.

Gelar juara Liga Champions memang jadi tolok ukur Materazzi dalam memberikan penilaian. Keperkasaan di kancah kompetisi domestik, Serie A, tak masuk hitungannya lantaran prestasi itu sudah kerap ditorehkan Si Nyonya Tua.

Namun dalam persaingan di level Eropa, khususnya di Liga Champions, Juventus sudah terbilang lama tak unjuk gigi. Mereka kali terakhir memenangi Si Kuping Besar pada musim 1995-1996 saat menaklukkan Ajax.

Dalam empat edisi terakhir, Bianconeri memang mampu ke final dua kali, edisi 2014-2015 dan 2016-2017, namun selalu gagal menang.

Kini dengan kehadiran Cristiano Ronaldo yang kerap dianggap sebagai kartu as Juventus untuk Liga Champions, tak ada alasan lain buat Juventus untuk tak jadi juara.

“Juve kuat setiap tahun dan punya obsesi untuk memenangi Liga Champions,” kata Materazzi kepada Agen Bola FortunaBola.

“Ketika Anda banyak menang di Italia, Anda harus melangkah lebih jauh dan langkah ekstra itu disebut Liga Champions. Dan tahun ini mereka merekrut pemain (Ronaldo) yang tiada bandingannya di level Eropa, jadi saya pikir Liga Champions jadi tujuan utama mereka,” lanjutnya.

Materazzi menambahkan, ia mengakui di Italia tak ada yang bisa menghilangkan scudetto dari genggaman Juventus. Namun, ia kembali menegaskan, jika Juventus tak memenangi Liga Champions, bisa disebut sebuah kegagalan secara keseluruhan.

“Ketika Anda bersama yang terkuat di dunia, bersama Messi, wajar untuk berharap bisa memenangi trofi Liga Champions. Jika Juventus menang, saya akan mengucapkan selamat, sebagai sesama orang Italia. Tapi, jangan harap saya mendukung mereka,” ujar mantan bek Timnas Italia itu.

Continue Reading

Eropa

Gelandang Paris Saint Germain di Kabarkan Akan Bergabung Dengan Barcelona Musim Depan

ilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Gelandang Paris Saint-Germain, Adrien Rabiot, dikabarkan Le Parisien pada Sabtu (16/2/2019)

Published

on

Adrien Rabiot

Lapakgol.com – Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Gelandang Paris Saint-Germain, Adrien Rabiot, dikabarkan Le Parisien pada Sabtu (16/2/2019), akan bergabung dengan Barcelona pada musim depan. Kedua belah pihak dilaporkan sudah mencapai kesepakatan verbal.

Kontrak Rabiot bersama PSG akan berakhir pada Juni 2019. Rabiot sudah memutuskan untuk tidak menambah masa baktinya di klub tersebut.

Hal itu membuat statusnya dibekukan dari skuat PSG. Rabiot tidak boleh berlatih bersama skuat utama sejak Desember 2018.

Barcelona sebenarnya sudah disesaki gelandang berkualitas seperti Sergio Busquets, Ivan Rakitic, Arthur Melo, dan Frenkie De Jong yang akan bergabung pada musim panas nanti. Namun, tim Catalan mengantisipasi kepergian Rakitic ke klub lain dengan mendatangkan Rabiot.

Rabiot disebut sebagai gelandang yang serbabisa. Namun, ia jarang mendapat kepercayaan untuk membuktikan kemampuannya.

Tidak hanya di PSG, Rabiot juga disebut sebagai pemberontak di timnas Prancis. Pada Piala Dunia 2018, Adrien Rabiot menolak untuk masuk dalam daftar tunggu skuat Prancis.

Continue Reading

Hot News

Ancaman Pelatih Arsenal Kepada BATE Borisov

Lapakgol.com – Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Pelatih Arsenal Unai Emery mengusung misi balas dendam kepada BATE Borisov

Published

on

Unai Emery

Lapakgol.com – Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Pelatih Arsenal Unai Emery mengusung misi balas dendam kepada BATE Borisov. Emery berjanji akan membawa The Gunners membalas kekalahan 0-1 dari BATE Borisov pada leg pertama 32 besar Liga Europa.

“Saya percaya kepada kerja kami untuk menyiapkan pertandingan selanjutnya, dan memiliki hasil berbeda di Emirates,” ujar Emery seperti dilansir Agen Bola FortunaBola.

Arsenal sebetulnya lebih dijagokan menang kendati berstatus sebagai tim tamu. Maklum, Meriam London datang dengan nama-nama senior seperti Petr Cech, Henrikh Mkhitaryan, dan Laurent Koscielny.

Sayangnya, Arsenal gagal mengonversi keunggulan kualitas itu menjadi gol. Satu gol Stanislaw Drahun di menit 45 gagal dibalas hingga pertandingan usai.

Arsenal malah harus kehilangan Alexandre Lacazette, lima menit sebelum laga usai karena diusir wasit. Alhasil, Lacazette tidak akan bermain di leg kedua nanti.

Meskipun demikian, Emery yakin, faktor kandang akan membuat Arsenal tampil berbeda. “Saya percaya kepada pemain saya dan saya percaya di kandang dan suporter kami,” ujar Emery.

Emery menambahkan, Arsenal gagal menang dari BATE di laga pertama karena kurang efisien. Padahal, Mkhitaryan dan kawan-kawan tampil lebih dominan dan memiliki banyak peluang.

“Saat momen menyerang, kami punya banyak kesempatan, lebih banyak dari mereka. Tetapi kiper dan eksekusi kami tidak efisien. Kam itelah melakukan segalanya untuk memenangkan pertandingan,” kata Emery.

Continue Reading

Trending