Connect with us
Agen Togel Agen Bola

Hot News

FIFA Membuka Kasus Disipliner Atas Xherdan Shaqiri, Perayaan Granit Xhaka

FIFA telah membuka proses disipliner terhadap pemain Swiss Xherdan Shaqiri dan Granit Xhaka, melihat ke dalam perayaan gol mereka saat menang 2-1 atas Serbia pada Piala Dunia.

Published

on

Lapakgol.com – FIFA telah membuka proses disipliner terhadap pemain Swiss Xherdan Shaqiri dan Granit Xhaka, melihat ke dalam perayaan gol mereka saat menang 2-1 atas Serbia pada Piala Dunia.

Kedua pemain, yang merupakan etnis Albania dan warisan Kosovo, merayakan setelah mencetak gol dengan gerakan yang tampaknya meniru elang yang ditampilkan di bendera Albania.

Serbia tidak mengakui kemerdekaan bekas provinsinya Kosovo, yang memisahkan diri 10 tahun lalu dan yang 1,8 juta orangnya sebagian besar etnis Albania.

Para pemain menyangkal bahwa perayaan mereka bersifat politis, meskipun Xhaka mengakui berpikir tentang warisannya.

“Bagi saya itu adalah hari yang sangat istimewa,” kata Xhaka. “Ini adalah kemenangan bagi keluargaku, untuk Swiss, Albania, Kosovo. Gerakan itu untuk semua orang yang telah mendukungku; itu tidak ditujukan pada lawan kami. Itu benar-benar permainan yang emosional.”

Shaqiri, yang juga mengenakan gambar bendera Kosovo di sepatunya, berkata: “Ini tidak ada hubungannya dengan politik, ini tentang sepakbola.”

FIFA mengatakan, pihaknya juga telah membuka persidangan melawan FA Serbia karena gangguan keramaian dan menampilkan pesan-pesan politik dan ofensif oleh fans Serbia. Penyelidikan FIFA awal telah dibuka terhadap pelatih Serbia Mladen Krstajic untuk “pernyataan yang diduga dibuat setelah pertandingan,” tambah badan yang mengatur.

Xherdan Shaqiri

Xherdan Shaqiri

Diperkirakan bahwa perayaan Shaqiri dan Xhaka dapat memicu ketegangan politik Balkan, tetapi sehari setelahnya banyak orang Serbia menjadi marah pada wasit daripada para pemain Swiss.

“Provokasi Swiss,” tulis surat kabar nasionalis Serbia, Vecernje Novosti, bersama foto-foto gerakan dan gambar sepatu bot Shaqiri. Namun, surat kabar Serbia memberi lebih banyak ruang untuk meluas VAR daripada gerakan nasionalis.

Ketua Persatuan Sepak Bola Serbia, Slavisa Kokeza mengatakan kepada BBC bahwa dia mengirim protes ke FIFA atas insiden Mitrovic dan mengeluh bahwa seorang wasit Jerman ditugaskan untuk pertandingan yang menampilkan tetangga mereka Swiss.

TERKAIT : 

“Saya tidak berpikir ini hanya tentang VAR, tetapi semuanya diarahkan oleh orang-orang yang menunjuk wasit,” kata Kokeza. “Kita semua tahu betul bahwa lebih dari setengah populasi Swiss adalah Jerman.

“Staf teknis, pemain, orang-orang di Serbia, mereka semua kecewa dan frustrasi karena ketidakadilan yang dialami beberapa orang di FIFA.”

 

 

 

 

 

Hot News

Mantan Bek Inter Milan : Juventus Gagal Jika Gagal Memenangkan Liga Champion

Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Mantan bek Inter Milan, Marco Materazzi, bersuara jelang leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2018-2019 yang dimainkan pada tengah pekan ini

Published

on

Marco Materazzi

Lapakgol.com – Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Mantan bek Inter Milan, Marco Materazzi, bersuara jelang leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2018-2019 yang dimainkan pada tengah pekan ini. Kali ini, dia bicara perihal Juventus.

Ia berujar, Juventus pantas disebut mengalami kegagalan di musim 2018-2019 seandainya tak berhasil memenangi Liga Champions musim ini.

Gelar juara Liga Champions memang jadi tolok ukur Materazzi dalam memberikan penilaian. Keperkasaan di kancah kompetisi domestik, Serie A, tak masuk hitungannya lantaran prestasi itu sudah kerap ditorehkan Si Nyonya Tua.

Namun dalam persaingan di level Eropa, khususnya di Liga Champions, Juventus sudah terbilang lama tak unjuk gigi. Mereka kali terakhir memenangi Si Kuping Besar pada musim 1995-1996 saat menaklukkan Ajax.

Dalam empat edisi terakhir, Bianconeri memang mampu ke final dua kali, edisi 2014-2015 dan 2016-2017, namun selalu gagal menang.

Kini dengan kehadiran Cristiano Ronaldo yang kerap dianggap sebagai kartu as Juventus untuk Liga Champions, tak ada alasan lain buat Juventus untuk tak jadi juara.

“Juve kuat setiap tahun dan punya obsesi untuk memenangi Liga Champions,” kata Materazzi kepada Agen Bola FortunaBola.

“Ketika Anda banyak menang di Italia, Anda harus melangkah lebih jauh dan langkah ekstra itu disebut Liga Champions. Dan tahun ini mereka merekrut pemain (Ronaldo) yang tiada bandingannya di level Eropa, jadi saya pikir Liga Champions jadi tujuan utama mereka,” lanjutnya.

Materazzi menambahkan, ia mengakui di Italia tak ada yang bisa menghilangkan scudetto dari genggaman Juventus. Namun, ia kembali menegaskan, jika Juventus tak memenangi Liga Champions, bisa disebut sebuah kegagalan secara keseluruhan.

“Ketika Anda bersama yang terkuat di dunia, bersama Messi, wajar untuk berharap bisa memenangi trofi Liga Champions. Jika Juventus menang, saya akan mengucapkan selamat, sebagai sesama orang Italia. Tapi, jangan harap saya mendukung mereka,” ujar mantan bek Timnas Italia itu.

Continue Reading

Eropa

Gelandang Paris Saint Germain di Kabarkan Akan Bergabung Dengan Barcelona Musim Depan

ilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Gelandang Paris Saint-Germain, Adrien Rabiot, dikabarkan Le Parisien pada Sabtu (16/2/2019)

Published

on

Adrien Rabiot

Lapakgol.com – Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Gelandang Paris Saint-Germain, Adrien Rabiot, dikabarkan Le Parisien pada Sabtu (16/2/2019), akan bergabung dengan Barcelona pada musim depan. Kedua belah pihak dilaporkan sudah mencapai kesepakatan verbal.

Kontrak Rabiot bersama PSG akan berakhir pada Juni 2019. Rabiot sudah memutuskan untuk tidak menambah masa baktinya di klub tersebut.

Hal itu membuat statusnya dibekukan dari skuat PSG. Rabiot tidak boleh berlatih bersama skuat utama sejak Desember 2018.

Barcelona sebenarnya sudah disesaki gelandang berkualitas seperti Sergio Busquets, Ivan Rakitic, Arthur Melo, dan Frenkie De Jong yang akan bergabung pada musim panas nanti. Namun, tim Catalan mengantisipasi kepergian Rakitic ke klub lain dengan mendatangkan Rabiot.

Rabiot disebut sebagai gelandang yang serbabisa. Namun, ia jarang mendapat kepercayaan untuk membuktikan kemampuannya.

Tidak hanya di PSG, Rabiot juga disebut sebagai pemberontak di timnas Prancis. Pada Piala Dunia 2018, Adrien Rabiot menolak untuk masuk dalam daftar tunggu skuat Prancis.

Continue Reading

Hot News

Ancaman Pelatih Arsenal Kepada BATE Borisov

Lapakgol.com – Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Pelatih Arsenal Unai Emery mengusung misi balas dendam kepada BATE Borisov

Published

on

Unai Emery

Lapakgol.com – Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Pelatih Arsenal Unai Emery mengusung misi balas dendam kepada BATE Borisov. Emery berjanji akan membawa The Gunners membalas kekalahan 0-1 dari BATE Borisov pada leg pertama 32 besar Liga Europa.

“Saya percaya kepada kerja kami untuk menyiapkan pertandingan selanjutnya, dan memiliki hasil berbeda di Emirates,” ujar Emery seperti dilansir Agen Bola FortunaBola.

Arsenal sebetulnya lebih dijagokan menang kendati berstatus sebagai tim tamu. Maklum, Meriam London datang dengan nama-nama senior seperti Petr Cech, Henrikh Mkhitaryan, dan Laurent Koscielny.

Sayangnya, Arsenal gagal mengonversi keunggulan kualitas itu menjadi gol. Satu gol Stanislaw Drahun di menit 45 gagal dibalas hingga pertandingan usai.

Arsenal malah harus kehilangan Alexandre Lacazette, lima menit sebelum laga usai karena diusir wasit. Alhasil, Lacazette tidak akan bermain di leg kedua nanti.

Meskipun demikian, Emery yakin, faktor kandang akan membuat Arsenal tampil berbeda. “Saya percaya kepada pemain saya dan saya percaya di kandang dan suporter kami,” ujar Emery.

Emery menambahkan, Arsenal gagal menang dari BATE di laga pertama karena kurang efisien. Padahal, Mkhitaryan dan kawan-kawan tampil lebih dominan dan memiliki banyak peluang.

“Saat momen menyerang, kami punya banyak kesempatan, lebih banyak dari mereka. Tetapi kiper dan eksekusi kami tidak efisien. Kam itelah melakukan segalanya untuk memenangkan pertandingan,” kata Emery.

Continue Reading

Trending