Connect with us
Agen Togel Agen Bola Agen Live Casino

Eropa

Kekalahan Pahit Manchester United di Awal Musim Liga Inggris

Manchester United takluk tiga gol tanpa balas dari Tottenham Hotspur pada pekan ketiga Premier League, di Stadion Old Trafford, Manchester, Senin (27/8/2018) waktu setempat. Pada laga itu, manajer Jose Mourinho menggunakan strategi yang tidak biasa.

Published

on

Jose Mourinho

Lapakgol.comManchester United takluk tiga gol tanpa balas dari Tottenham Hotspur pada pekan ketiga Premier League, di Stadion Old Trafford, Manchester, Senin (27/8/2018) waktu setempat. Pada laga itu, manajer Jose Mourinho menggunakan strategi yang tidak biasa.

Mourinho mencoba memainkan skema tiga bek dalam formasi 3-5-2. Meski skema ini sempat digunakannya pada musim lalu, namun Mourinho merupakan manajer yang biasanya gemar menggunakan formasi empat bek sejajar.

Yang lebih mengherankan, Mourinho memaksa Ander Herrera menjadi satu di antara tiga bek sejajar Manchester United. Herrera bermain di posisi bek tengah kanan, menemani Chris Smalling sebagai bek tengah dan Phil Jones sebagai bek tengah kiri.

Hal tersebut cukup mengejutkan. Sebab, selama ini Herrera dikenal sebagai gelandang tengah. Dilansir Transfermarkt, Herrera baru kali pertama bermain sebagai bek tengah dari total 376 pertandingan bersama klubnya di Real Zaragoza, Athletic Bilbao, dan Manchester United.

Keputusan tersebut terbukti salah, paling tidak menilik gol kedua Tottenham Hotspur yang dicetak Lucas Moura pada menit ke-52. Gol itu berawal dari ketidaksiapan Herrera menjalankan strategi offside yang dikomandoi Smalling.

Herrera telat menjalankan strategi itu yang membuat Christian Eriksen lolos dari jebakan offside. Eriksen dengan leluasa memberikan umpan silang kepada Lucas Moura yang kemudian melepaskan tembakan untuk membobol gawang David de Gea.

Setelah gol tersebut, Herrera digantikan Alexis Sanchez demi menambah daya gedor tim dan mengubah kembali skema menjadi empat bek sejajar, yakni Antonio Valencia, Smalling, Jones, dan Luke Shaw.

Keputusan Mourinho menjadikan Herrera sebagai bek tengah memang membingungkan. Ironisnya, Mourinho justru menyimpan Victor Lindelof, seorang bek tengah murni di bangku cadangan dan baru bermain menggantikan Jones yang cedera pada pertengahan babak kedua.

Eropa

Pep Guardiola Komentar Tentang Konflik Dengan Mourinho

Derby Manchester yang akan dilangsungkan pada Minggu (11/11/2018) malam WIB tak hanya menyajikan duel pemain-pemain terbaik.

Published

on

Pep Guardiola

Lapakgol.com – Derby Manchester yang akan dilangsungkan pada Minggu (11/11/2018) malam WIB tak hanya menyajikan duel pemain-pemain terbaik. Lebih dari itu, laga ini merupakan adu taktik antara dua pelatih terbaik di dunia.

Ya, kualitas Pep Guardiola tidak perlu diragukan lagi. Dia sudah menjuarai banyak trofi di Spanyol, Jerman, dan kini di Inggris. Guardiola mampu membawa City menjuarai Liga Inggris di musim keduanya.

Di sisi lain, Jose Mourinho juga tidak bisa diremehkan. Meski tengah dalam laju buruk di awal musim, saat ini tren Manchester United meningkat. Mourinho juga sudah paham betul dengan cara bermain Guardiola.

Kedua pelatih ini memang kerap kali diadu untuk menentukan siapa yang terbaik.

Guardiola dan Mourinho memang seringkali diadu media untuk menentukan siapa yang terbaik. Uniknya, hubungan mereka sebenarnya justru lebih baik dari yang dianggap media. Guardiola mengatakannya sendiri.

“Kami berdua adalah pria baik, lebih dari yang Anda duga. Jauh lebih baik, percaya saya,” tegas Guardiola di Manchester Evening News.

Pep Guardiola juga berterima kasih duel dua tim tersebut tak fokus pada duelnya dengan Mourinho. Baginya. Tim tetaplah yang lebih penting ketimbang sosok pelatih atau pemain.

Continue Reading

Eropa

Perseturuan Paulo Dybala dan Jose Mourinho

Aksi Jose Mourinho di markas Juventus, tengah pekan kemarin, masih menjadi bahan pembicaraan publik. Satu di antaranya datang dari bomber Juventus, Paulo Dybala, yang mengaku sempat berbincang dengan Jose Mourinho.

Published

on

Paulo Dybala

Lapakgol.com – Aksi Jose Mourinho di markas Juventus, tengah pekan kemarin, masih menjadi bahan pembicaraan publik. Satu di antaranya datang dari bomber Juventus,Paulo Dybala, yang mengaku sempat berbincang dengan Jose Mourinho.

Aksi Jose Mourinho seusai membawa Manchester United menekuk Juventus di Juventus Stadium, memang tergolong unik meski cenderung memrovokasi. Saat itu, Mourinho berjalan ke tengah lapangan sembari membuat gestur berusaha mendengar suara suporter Juventus.

Mourinho menangkupkan telapak tangannya di daun telinga, mencoba mendengar lebih jelas lagi. Aksi Mourinho tersebut tentu menyulit reaksi pemain Juve yang masih berada di lapangan, salah satunya Paulo Dybala.

Dybala termasuk satu di antara pemain pertama yang menandatangi Mourinho dan menyampaikan sesuatu. Pertandingan tersebut memang sarat tensi. Reaksi Mourinho dapat dipahami. Dia terus dicemooh fan Juve yang memenuhi stadion nyaris selama 90 menit. Mourinho membela diri hanya berusaha membalas.

Meski demikian, Dybala merasa Mourinho seharusnya tak melakukan hal tersebut. Menurut Dybala, laga tersebut sudah penuh tensi. Mourinho seharusnya tak perlu membuat gestur tak perlu yang justru membuat pertandingan kian panas.

“Saya hanya mengatakan padanya bahwa tidak perlu membuat gestur tersebut. Tidak perlu menciptakan tensi yang lebih besar daripada apa yang sudah terjadi, terkadang anda dihina dan itu buruk, tetapi tak perlu meningkatkan tensi dari apa yang sudah ada,” jelas Dybala di metro.

Secara tegas, Dybala mengungkapkan dirinya sempat berdiskusi lanjutan dengan Mourinho. Hasilnya, Dybala tetap berharap Mourinho melakukan itu untuk kali terakhir jika bersua tim lain.

Pada akhirnya, pendapat Dybala tak jauh berbeda dengan pengakuan Mourinho pasca pertandingan. Mourinho mengakui seharusnya dia tetap menjaga kepala dingin dan tidak melakukan tindakan kontroversial tersebut. Dia merasa kehilangan kontrol sejenak karena keluarganya dihina, juga Inter Milan, yang merupakan mantan klubnya.

“Seharusnya saya mungkin tak melakukan itu, dan dengan kepala dingin saya tak akan melakukannya,” tegas Jose Mourinho.

Continue Reading

Eropa

Masih Cinta Juventus, Pogba Tidak Merayakan Kemenangan Manchester United

Paul Pogba tak merayakan kemenangan Manchester United atas Juventus dengan skor 2-1 di Allianz Stadium, Rabu (7/11/2018) atau Kamis dini hari WIB dalam lanjutan Grup H Liga Champions.

Published

on

Paul Pogba

Lapakgol.comPaul Pogba tak merayakan kemenangan Manchester United atas Juventus dengan skor 2-1 di Allianz Stadium, Rabu (7/11/2018) atau Kamis dini hari WIB dalam lanjutan Grup H Liga Champions.

Di laga ini, Juventus sempat unggul terlebih dahulu melalui tendangan first time Cristiano Ronaldo. Namun, Manchester United berhasil mencetak dua gol melalui Juan Mata dan gol bunuh diri Alex Sandro di menit-menit akhir.

Saat Setan Merah –sebutan MU– unggul 2-1, Pogba tak merayakan gol tersebut. Gelandang asal Prancis itu memilih berselebrasi karena menghormati Juventus, klub yang dibelanya pada 2012 hingga 2016.

“Kemenangan ini penting, tapi para pendukung Juventus memberikan saya sambutan yang hangat,” ucap Pogba, seperti diberitakan Football Italia.

“Saya tidak merayakan kemenangan Manchester United saat unggul 2-1 karena merasa aneh. Saya melihat banyak orang yang saya kenal dengan baik,” katanya melanjutkan.

Pogba mengatakan, dia tak menutup kemungkinan kembali ke Juventus. Namun, untuk saat ini, Pogba memilih fokus bersama Setan Merah.

“Siapa yang tahu (balik ke Juventus)? Saya sekarang bersama MU. Ada begitu banyak pembicaraan soal ini (transfer ke Juventus). Namun, saya senang bermain untuk MU,” ujar Pogba.

“Sangat menyenangkan bisa kembali ke sini (kandang Juventus), meski rasanya aneh ke ruang ganti tim tamu. Saya sangat terbiasa dengan Juventus,” ucapnya.

Pogba sangat terharu dengan sambutan suporter Juventus. Selama memperkuat Si Nyonya Tua, dia mencatatkan 34 gol dan 43 assist dari 178 penampilan. Pogba juga membantu Juventus memenangkan empat gelar Scudetto secara beruntun.

“Reaksi para penggemar Juventus benar-benar menggerakkan hati saya. Saya merindukan mereka dan sepak bola Italia. Senang rasanya kembali ke stadion ini, di mana saya memulai dan memenangkan banyak piala.”

Continue Reading

Trending