Connect with us
Agen Togel Agen Bola

Hot News

Liverpool Membutuhkan Final Liga Champions “Yang Nyaris Sempurna” – Xabi Alonso

Liverpool dapat memenangkan final Liga Champions melawan Real Madrid jika mereka memainkan permainan “yang hampir sempurna,” kata Xabi Alonso, yang mewakili kedua klub.

Published

on

Lapakgol.com – Liverpool dapat memenangkan final Liga Champions melawan Real Madrid jika mereka memainkan permainan “yang hampir sempurna,” kata Xabi Alonso, yang mewakili kedua klub.

Alonso memenangkan Liga Champions 2005 di musim pertamanya di Liverpool, dan menambahkan lagi dengan Madrid sembilan tahun kemudian. Raksasa La Liga, yang memenangkan Liga Champions pada 2016 dan 2017, mengejar hattrick kemenangan.

Madrid adalah favorit untuk apa yang telah mereka capai dalam beberapa tahun terakhir,” kata Alonso. “Tapi itu tidak ada artinya di sepak bola, dan di akhir lebih sedikit.”

Mengelola emosi dari peristiwa itu akan menjadi kunci bagi Liverpool Jurgen Klopp, tambahnya.

“Mereka tidak memiliki pengalaman ini, untuk semua pemain itu akan menjadi final Liga Champions pertama mereka,” katanya.

“Mereka harus berurusan dengan sisi emosional ini, yang hampir sama pentingnya dengan sisi sepakbola. Jika mereka bisa mendapatkan keseimbangan yang tepat antara kegembiraan dan kontrol, itu adalah cara yang tepat untuk mendekati final ini.”

Real Madrid vs Liverpool

Real Madrid vs Liverpool

Klopp, yang kehilangan final Liga Champions 2013 dari Bayern Munich saat manajer Borussia Dortmund, akan berusaha untuk menetralkan ancaman Madrid, Alonso memprediksi.

“Kami bisa berharap Klopp akan menyiapkan rencana yang bagus,” katanya. “Dia menganalisa keseluruhan pertandingan, detail-detail kecil, karena mereka tahu betapa sulitnya untuk menghentikan Madrid, untuk mengalahkan Madrid.

“Jadi mereka harus memainkan permainan yang sempurna, hampir sempurna. Liverpool harus mempersiapkan pertandingan dengan sangat baik.”

Zinedine Zidane Madrid berusaha untuk menjadi tim pertama yang memenangkan tiga berturut-turut sejak Bayern Munich melakukannya pada 1970-an.

“Ini bersejarah apa yang telah mereka capai selama beberapa tahun terakhir, cukup luar biasa,” kata Alonso.

TERKAIT :

“Mereka harus memiliki kekaguman dan rasa hormat dari dunia sepakbola. Mereka membuat sejarah – besar, dan semakin besar.

“Apa yang Zidane capai dalam beberapa tahun terakhir ini adalah kejutan besar, karena beberapa tahun ke belakang Anda akan berpikir itu tidak mungkin.

“Dia telah melakukannya dengan sangat baik untuk mengelola tim, untuk memberikan para pemain keyakinan besar dalam apa yang dia lakukan. Ide mereka jelas, dan para pemain tahu apa yang harus dilakukan dalam pertandingan besar ini. Saya yakin bahwa kita dapat mengharapkan Real Madrid pada malam-malam besar. “

Hot News

Mantan Bek Inter Milan : Juventus Gagal Jika Gagal Memenangkan Liga Champion

Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Mantan bek Inter Milan, Marco Materazzi, bersuara jelang leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2018-2019 yang dimainkan pada tengah pekan ini

Published

on

Marco Materazzi

Lapakgol.com – Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Mantan bek Inter Milan, Marco Materazzi, bersuara jelang leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2018-2019 yang dimainkan pada tengah pekan ini. Kali ini, dia bicara perihal Juventus.

Ia berujar, Juventus pantas disebut mengalami kegagalan di musim 2018-2019 seandainya tak berhasil memenangi Liga Champions musim ini.

Gelar juara Liga Champions memang jadi tolok ukur Materazzi dalam memberikan penilaian. Keperkasaan di kancah kompetisi domestik, Serie A, tak masuk hitungannya lantaran prestasi itu sudah kerap ditorehkan Si Nyonya Tua.

Namun dalam persaingan di level Eropa, khususnya di Liga Champions, Juventus sudah terbilang lama tak unjuk gigi. Mereka kali terakhir memenangi Si Kuping Besar pada musim 1995-1996 saat menaklukkan Ajax.

Dalam empat edisi terakhir, Bianconeri memang mampu ke final dua kali, edisi 2014-2015 dan 2016-2017, namun selalu gagal menang.

Kini dengan kehadiran Cristiano Ronaldo yang kerap dianggap sebagai kartu as Juventus untuk Liga Champions, tak ada alasan lain buat Juventus untuk tak jadi juara.

“Juve kuat setiap tahun dan punya obsesi untuk memenangi Liga Champions,” kata Materazzi kepada Agen Bola FortunaBola.

“Ketika Anda banyak menang di Italia, Anda harus melangkah lebih jauh dan langkah ekstra itu disebut Liga Champions. Dan tahun ini mereka merekrut pemain (Ronaldo) yang tiada bandingannya di level Eropa, jadi saya pikir Liga Champions jadi tujuan utama mereka,” lanjutnya.

Materazzi menambahkan, ia mengakui di Italia tak ada yang bisa menghilangkan scudetto dari genggaman Juventus. Namun, ia kembali menegaskan, jika Juventus tak memenangi Liga Champions, bisa disebut sebuah kegagalan secara keseluruhan.

“Ketika Anda bersama yang terkuat di dunia, bersama Messi, wajar untuk berharap bisa memenangi trofi Liga Champions. Jika Juventus menang, saya akan mengucapkan selamat, sebagai sesama orang Italia. Tapi, jangan harap saya mendukung mereka,” ujar mantan bek Timnas Italia itu.

Continue Reading

Eropa

Gelandang Paris Saint Germain di Kabarkan Akan Bergabung Dengan Barcelona Musim Depan

ilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Gelandang Paris Saint-Germain, Adrien Rabiot, dikabarkan Le Parisien pada Sabtu (16/2/2019)

Published

on

Adrien Rabiot

Lapakgol.com – Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Gelandang Paris Saint-Germain, Adrien Rabiot, dikabarkan Le Parisien pada Sabtu (16/2/2019), akan bergabung dengan Barcelona pada musim depan. Kedua belah pihak dilaporkan sudah mencapai kesepakatan verbal.

Kontrak Rabiot bersama PSG akan berakhir pada Juni 2019. Rabiot sudah memutuskan untuk tidak menambah masa baktinya di klub tersebut.

Hal itu membuat statusnya dibekukan dari skuat PSG. Rabiot tidak boleh berlatih bersama skuat utama sejak Desember 2018.

Barcelona sebenarnya sudah disesaki gelandang berkualitas seperti Sergio Busquets, Ivan Rakitic, Arthur Melo, dan Frenkie De Jong yang akan bergabung pada musim panas nanti. Namun, tim Catalan mengantisipasi kepergian Rakitic ke klub lain dengan mendatangkan Rabiot.

Rabiot disebut sebagai gelandang yang serbabisa. Namun, ia jarang mendapat kepercayaan untuk membuktikan kemampuannya.

Tidak hanya di PSG, Rabiot juga disebut sebagai pemberontak di timnas Prancis. Pada Piala Dunia 2018, Adrien Rabiot menolak untuk masuk dalam daftar tunggu skuat Prancis.

Continue Reading

Hot News

Ancaman Pelatih Arsenal Kepada BATE Borisov

Lapakgol.com – Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Pelatih Arsenal Unai Emery mengusung misi balas dendam kepada BATE Borisov

Published

on

Unai Emery

Lapakgol.com – Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Pelatih Arsenal Unai Emery mengusung misi balas dendam kepada BATE Borisov. Emery berjanji akan membawa The Gunners membalas kekalahan 0-1 dari BATE Borisov pada leg pertama 32 besar Liga Europa.

“Saya percaya kepada kerja kami untuk menyiapkan pertandingan selanjutnya, dan memiliki hasil berbeda di Emirates,” ujar Emery seperti dilansir Agen Bola FortunaBola.

Arsenal sebetulnya lebih dijagokan menang kendati berstatus sebagai tim tamu. Maklum, Meriam London datang dengan nama-nama senior seperti Petr Cech, Henrikh Mkhitaryan, dan Laurent Koscielny.

Sayangnya, Arsenal gagal mengonversi keunggulan kualitas itu menjadi gol. Satu gol Stanislaw Drahun di menit 45 gagal dibalas hingga pertandingan usai.

Arsenal malah harus kehilangan Alexandre Lacazette, lima menit sebelum laga usai karena diusir wasit. Alhasil, Lacazette tidak akan bermain di leg kedua nanti.

Meskipun demikian, Emery yakin, faktor kandang akan membuat Arsenal tampil berbeda. “Saya percaya kepada pemain saya dan saya percaya di kandang dan suporter kami,” ujar Emery.

Emery menambahkan, Arsenal gagal menang dari BATE di laga pertama karena kurang efisien. Padahal, Mkhitaryan dan kawan-kawan tampil lebih dominan dan memiliki banyak peluang.

“Saat momen menyerang, kami punya banyak kesempatan, lebih banyak dari mereka. Tetapi kiper dan eksekusi kami tidak efisien. Kam itelah melakukan segalanya untuk memenangkan pertandingan,” kata Emery.

Continue Reading

Trending