Connect with us
Agen Togel Agen Bola Agen Live Casino

Dunia

Negara Mana Saja Yang Sudah Memenangkan Piala Dunia Dari Tahun 1930-2014?

Sejak pertama kali pargelaran Piala Dunia dimulai, sudah ada 8 negara yang telah berhasil menjadi juara.

Published

on

Negara Mana Saja Yang Sudah Memenangkan Piala Dunia Dari Tahun 1930-2014

Lapakgol.com – Sejak pertama kali pargelaran Piala Dunia dimulai, sudah ada 8 negara yang telah berhasil menjadi juara. Apakah akan ada negara baru yang menjadi raja dunia sepakbola di tahun 2018?

1930 : Uruguay

Uruguay Sebagai Juara Piala Dunia 1930

Uruguay Sebagai Juara Piala Dunia 1930

Piala Dunia perdana diselanggarakan di Uruguay, dengan negara yang merayakan ulang tahun keseratus dari konstitusi pertama olimpiade sepakbola yang terpilih sebagai tuan rumah. Uruguay, Argentina, Yugoslavia, dan Amerika Serikat memuncaki grup masing-masing dari 13 negara ikut berkonstribusi untuk mencapai semifinal.

Saat itu, Uruguay  berhasil mencetak kemenangan telak dengan skor 6-1 atas Yugoslavia. Begitu juga dengan Argentina yang menang dengan skor 6-1 atas Amerika Serikat. Pada akhirnya tuan rumah, Uruguay berhasil menaklukan Argentina dengan skor 4-2 di depan lebih dari 68.000 orang di Estadio Centenario di Montevideo.

Albiceleste berhasil membawa Uruguay sebagai juara Piala Dunia, meskipun Guillermo Stabile menjadi pencetak gol terbanyak diturnamen dengan delapan gol.

1934 : Italia

Italia Sebagai Juara Piala Dunia 1934

Italia Sebagai Juara Piala Dunia 1934

Ajang Piala Dunia 1934 merupakan yang pertama tim harus lolos dari babak kualifikasi, sementara 16 negara ikut menyemarakkan turnamen sepakbola dunia tersebut.

Uruguay menolak untuk berpatisipasi sebagai bentuk protes atas fakta bahwa hanya empat tim Eropa yang telah menerima undangan untuk bermain di turnamen perdana yang telah mereka adakan sebelumnya.

Absennya juara bertahan membuka jalan bagi tuan rumah 1934 Italia untuk menyapu kesuksesan pertama di panggung global.

Piala Dunia pada tahun ini dimulai pada babak fase knockout tanpa babak penyisihan grup. Azzurri berhasil mengatasi Amerika Serikat, Spanyol, dan Austria dalam perjalanan menuju final, dengan Angelo Schiavo sebagai penentu kemenangan dalam perpanjangan waktu untuk mengalahkan Cekoslovakia dengan skor 2-1 di Roma.

Selain itu, pemain depan Cekoslovakia Oldrich Nejedly merupakan top skorer dengan lima gol.

1938 : Italia

Italia Sebagai Juara Piala Dunia 1938

Italia Sebagai Juara Piala Dunia 1938

Prancis menjadi tuan rumah Piala Dunia tahun 1938, tetapi Italia sekali lagi menjadi pemenang pada gelaran 4 tahun sekali tersebut.

Dengan penarikan diri Austria setelah di aneksasi oleh Jerman, hanya 15 tim yang ambil bagian dalam ajang tersebut, termasuk Hindia Belanda (sekarang Indonesia) dan Kuba.

Italia berhasil mempertahankan mahkota mereka dengan mengalahkan Hongaria 4-2 di final, dengan Gino Colaussi dan Silvio Piola masing-masing mengantongi dua gol.

Pemain Brasil, Leonidas menduduki puncak top skorer dengan mencetak tujuh gol.

Dengan pecahnya Perang Dunia kedua membuat Italia mempertahankan trofi selama 16 tahun, sementara Vittorio Pozzo tetap satu-satunya manajer yang memenangkan Piala Dunia dua kali.

1950 : Uruguay

Uruguay Sebagai Juara Piala Dunia 1950

Uruguay Sebagai Juara Piala Dunia 1950

Piala Dunia digelar kembali di Amerika Selatan, dengan Brasil yang menjadi tuan rumah bagi 16 tim turnamen. Ini adalah acara pertama dimana hadiah pemenang disebut sebagai Jules Rimet Trophy, sebagai pengakuan atas ulang tahun ke-25 Prancis sebagai presiden FIFA.

Babak penyisihan grup ditandai dengan kejutan besar ketika Amerika Serikat membuat tim Inggris marah besar. Tetapi kejutan terbesar diberikan untuk penentuan turnamen, karena Uruguay mengejutkan sekitar 200.000 penonton di Maracana dengan datang mengalahkan tuan rumah Brasil 2-1 dengan gol dari Juan Alberto Schiaffino dan Alcides Ghiggia.

Tim Selecao hanya membutuhkan hasil imbang untuk mendapatkan gelar pertama mereka di ajang Piala Dunia, akan tetapi Albiceleste berhasil membuat seluruh orang terkejut tidak percaya karena dia berhasil merayakan kemenangan Piala Dunia kedua.

1954 : Jerman Barat

Jerman Barat Sebagai Juara Piala Dunia 1954

Jerman Barat Sebagai Juara Piala Dunia 1954

Piala Dunia 1954 diadakan di Swiss dan diharapkan akan dimenangkan oleh Hungaria yang berjuluk “Mighty Magyars“, yang mendominasi seluruh adegan turnamen pada saat itu.

Namun, mereka harus kalah di final karena Jerman Barat menang dengan cara spektakuler.

Untuk pertama kalinya, ada liputan televisi dari turnamen yang memungkinan penonton dunia dapat menyaksikan apa yang dikenal sebagai “The Miracle of Bern“. Jerman Barat yang berhasil bangkit setelah ketinggalan dua gol, hanya butuh delapan menit untuk menang 3-2 di menit-menit terakhir.

Ikon Hungaria, Sandor Kocsis keluar sebagai pencetak gol terbanyak dengan 11 gol pada turnamen tersebut.

1958 : Brazil

Brazil Sebagai Juara Piala Dunia 1958

Brazil Sebagai Juara Piala Dunia 1958

Turnamen sepakbola bergengsi ini menghadirkan kedatangan pemain legendaris yang berusia 17 tahun dari Brasil, Pele. Mega bintang Brasil itu tidak masuk sampai babak final pertandingan penyisihan grup melawan Uni Soviet, dengan gol pertama tiba di perempat final dengan Wales.

Tapi dia telah mencetak hat-trick di semifinal melawan Prancis dan dua gol dalam kemenangan 5-2 atas tuan rumah Swedia.

Namun, track-record Pele tidak cukup untuk menjadikannya peraih Golden Boot, karena Just Fontaine dari Prancis berhasil mencetak 13 gol sebagai top skorer.

1962 : Brasil

Brazil Sebagai Juara Piala Dunia 1962

Brazil Sebagai Juara Piala Dunia 1962

Sebuah acara yang terkenal karena atmosfernya yang menekan, dengan bentrokan putaran pertama yang terkenal antara tuan rumah Chile dan Italia yang dikenal degnan “The Battle of Santiago“. Pada pertandingan perdana tersebut, dua pemain yang dikeluarkan dari lapangan oleh wasit karena terlibat perkelahian. Ken Aston kemudian menciptakan sistem kartu kuning dan merah.

Ketika seluruh perhatian beralih ke sepakbola, juara bertahan Brasil berhasil melaju ke final dan mengalahkan Cekoslowakia dengan skor 3-1 pada partai final. Garrincha dan Viva sebagai pencetak gol terbanyak yang sama setelah Pele tidak dapat bermain karena cedera.

1966 : Inggris

Inggris Sebagai Juara Piala Dunia 1966

Inggris Sebagai Juara Piala Dunia 1966

“Mereka pikir semuanya sudah berakhir…Sekarang saatnya!” – Ingat Kenneth Wostenholme tentang gol terakhir Geoff Hurst dalam kemenangan dramatis 4-2 atas Jerman Barat di final Piala Dunia 1966 di Wembley yang akan diingat selamanya oleh fans Inggris.

Sebelum itu, Korea Utara telah menjadi tim kuda hitam yang memberikan kejutan banyak orang, dengan bermain dengan Chili dan mengalahkan Italia sebelum kalah dari Portugal yang ditunggangi oleh Eusebio di perempat final.

Sebelumnya tim samba telah dikalahkan oleh Inggris, hingga akhirnya Hurst berhasil mencetak hat-trick di final untuk mengalahkan Jerman.

1970 : Brasil

Brazil Sebagai Juara Piala Dunia 1970

Brazil Sebagai Juara Piala Dunia 1970

Turnamen Piala Dunia kali ini menjadi paling banyak yang pertama, yakni pertama kali di gelar di Amerika Utara, Pertama kali disiarkan di televisi berwarna, pertama kali juga menyertakan aturan kartu kuning dan kartu merah, dan yang pertama melibatkan brand sepakbola Adidas (Telstar).

Brasil dengan baju kuning mereka yang ikonik, mendominasi turnamen dengan diperlihatkan kepada dunia internasional terbesar dalam sejarah. Brasil saat itu terdiri dari legenda seperti Carlos Alberto, Pele, Gerson, Jairzinho, Rivellino dan Tostao.

Jairzinho menyapu bersih masing-masing dari enam pertandingan Brasil, termasuk kemenangan 4-1 atas Italia di final, sementara pelatih Mario Zagallo menjadi orang pertama yang memenangkan Piala Dunia sebagai pemain dan manajer.

1974 : Jerman Barat

Jerman Barat Sebagai Juara Piala Dunia 1974

Jerman Barat Sebagai Juara Piala Dunia 1974

Dengan Brasil yang telah berhasil memenangkan Jules Rimet Thropy sebanyak tiga kali, kali ini Piala Dunia 1974 berhasil di menangkan oleh Jerman Barat.

Australia, Jerman Timur, Haiti, dan Zaire semua menghiasi turnamen untuk pertama kalinya, tetapi Jerman Barat tampil sebagai pemenang. Jerman Barat berhasil mengalahkan Belanda yang di perkuat oleh legenda Johan Cruyff dengan skor 2-1 pada partai final.

1978 : Argentina

Argentina Sebagai Juara Piala Dunia 1978

Argentina Sebagai Juara Piala Dunia 1978

Turnamen terakhir dan kelima yang hanya melibatkan 16 negara ini menjadikan tuan rumah sebagai pemenang.

Belanda berhasil melaju hingga ke final tetapi sekali lagi mereka harus kalah di Buenos Aires, Argentina meraih kemenangan pertama di Piala Dunia.

Mario Kempes berhasil menyelesaikan turnamen sebagai pencetak gol terbanyak sebanyak enam gol, sehingga berhasil mengunci kemenangan 3-1 atas belanda di babak perpanjangan waktu.

1982 : Italia

Italia Sebagai Juara Piala Dunia 1982

Italia Sebagai Juara Piala Dunia 1982

Dengan diperbanyak negara yang mengikuti Piala Dunia pada tahun ini, negara-negara seperti Kuwait, Selandia Baru, dan Irlandia Utara juga ikut bergabung.

Turnamen Piala Dunia kali ini digelar di Spanyol sebagai tuan rumah dan sistem penalty juga diterapkan untuk pertama kalinya. Jerman barat mendapatkan hadiah penalti  setelah tabrakan Harald Schumacher dengan Patrick Battison dalam pertandingan semifinal yang menengangkan. Jerman Barat berhasil mengalahkan Prancis.

Jerman pun dikalahkan di partai final oleh Italia dengan skor 3-1, dimana Italia diperkuat oleh pemegang Golden Boot Paolo Rossi di Santiago Bernabeu.

Pemain veteran Dino Zoff yang sudah berusia 40 tahun dapat mengangkat trofi di akhir pertandingan.

1986 : Argentina

Argentina Sebagai Juara Piala Dunia 1986

Argentina Sebagai Juara Piala Dunia 1986

Kolombia seharusnya menjadi tuan rumah Piala Dunia 1986, tetapi mereka terpaksa mundur akibat permasalahan krisis ekonomi. Meksiko berhasil mengambil peran sebagai tuan rumah terlepas dari kejadian gempa bumi dahsyat yang terjadi tahun sebelumnya.

Terjadi momen yang disebut sebagai “Hand of God” yang akhirnya membantu Argentina meraih kemenangan. Diego Maradona berhasil membawa Argentina meraih trofi Piala Dunia.

Kapten Argentina tersebut berhasil mengalahkan Jerman Barat dengan skor 3-2 di Stadion Azteca.

1990 : Jerman Barat

Jerman Barat Sebagai Juara Piala Dunia 1990

Jerman Barat Sebagai Juara Piala Dunia 1990

Kali ini yang menjadi tuan rumah Piala Dunia ialah Italia dalam dua kesempatan. Kali ini negara baru yang ikut andil menjadi bagian turnamen adalah Kosta Rika, Republik Irlandia, dan Uni Emirat Arab.

Turnamen kali ini begitu banyak mengejutkan banyak orang di dunia. Dengan pemain Kamerun secara mengejutkan bermain sangat apik dan kiper Kolombia Rene Higuita selalu bisa diandalkan untuk membuat hasil yang tak terduga.

Pada akhirnya, Jerman Barat keluar sebagai pemenang atas penalti yang didapat menjelang akhir pertandingan dahsyat melawan Argentina yang berakhir dengan sembilan orang di lapangan.

1994 : Brasil

Brazil Sebagai Juara Piala Dunia 1994

Brazil Sebagai Juara Piala Dunia 1994

Sistem tiga poin pada babak kualifikasi grup pertama kali di terapkan di Piala Dunia tahun ini di Amerika Serikat, sementara itu, turnamen tersebut mengakhiri karir internasional Diego Maradona saat ia dikirim pulang dengan memalukan karena tidak lolos dari tes narkoba.

Bulgaria dan Swedia datang dengan sangat mengejutkan banyak pihak, tetapi final tersebut antara negara kuat Brasil dan Italia di hadapan 94.000 penonton di Rose Bowl di Pasadena.

Pertandingan sengit itupun berakhir tanpa gol, yang menjadi adu penalti pertama di Piala Dunia untuk menentukan pemenangnya. Brasil berhasil mencetak tiga gol, sedang Roberto Baggio melepaskan tembakan terlalu ke atas yang membuat Brasil lolos menjadi pemenang.

1998 : Prancis

Prancis Sebagai Juara Piala Dunia 1998

Prancis Sebagai Juara Piala Dunia 1998

Ronaldo digadang-gadang akan menjadi bintang turnamen Piala Dunia di Prancis. Itu adalah kegagalannya sebelum pertandingan final melawan tuan rumah.

Turnamen Piala Dunia ini juga turut meningkatkan negara yang berpatisipasi menjadi 32 tim. Golden Goals juga diperkenalkan pertama kalinya pada turnamen kali ini. Prancis berhasil mengalahkan hingga melaju jauh dan memenangkan pertandingan final Piala Dunia. Zinadine Zidane berhasil mencetak dua gol pada partai final atas kemenangan 3-0 dari Brasil.

2002 : Brasil

Brazil Sebagai Juara Piala Dunia 2002

Brazil Sebagai Juara Piala Dunia 2002

Empat tahun berlalu dari kejadian di Stade de France, Ronaldo akhirnya berhasil membawa Brasil memenangkan turnamen Piala Dunia. Saat itu ia mencatat delapan gol dan Golden Shoes diberikan kepadanya pada turnamen Piala Dunia yang diselanggarakan di Korea Selatan dan Jepang.

Piala Dunia kali ini banyak dikecam oleh banyak pihak, saat Prancis dan Argentina gagal di babak penyisihan grup. Sementara Korea Selatan mencapai semifinal.

Pada akhirnya, Brasil berhasil melalui setiap pertandingan dengan Ronaldo mencetak dua gol melawan Jerman pada partai final. Ini merupakan kemenangan Piala Dunia kelima untuk tim samba.

2006 : Italia

Italia Sebagai Juara Piala Dunia 2006

Italia Sebagai Juara Piala Dunia 2006

Setelah menderita sakit hati penalti di Amerika 12 tahun lalu. Italia mampu mengalahkan negara-negara tersebut di Jerman pada tahun 2006.

Trinidad & Tobago, Angola, Ghana, Pantai Gading dan Togo melakukan debut pertama kalinya di Piala Dunia. Tetapi acara ini akan selamanya diingat atas kejadian Sundulan Zinedine Zidane pada Marco Materazzi yang memaksa Prancis harus bermain 10 orang pada partai final.

2010 : Spanyol

Spanyol Sebagai Juara Piala Dunia 2010

Spanyol Sebagai Juara Piala Dunia 2010

Era baru bagi Spanyol dengan memperkuat tim sebagai yang terbaik di dunia setelah kemenangan Piala Euro 2008 di Afrika Selatan.

Bafana Bafana menjadi tuan rumah pertama pada pertandingan perdana Piala Dunia. Sementara Selandia Baru gugur pada babak knockout setelah sebelumnya menjadi tim yang tidak pernah kalah pada babak kualifikasi dengan tiga kali seri.

Spanyol lolos dan memenangkan semua pertandingan tanpa seri dan kalah. Mereka berhasil mengalahkan Belanda dengan skor 1-0 yang di cetak satu-satunya oleh Andres Iniesta pada perpanjangan waktu.

2014 : Jerman

Jerman Sebagai Juara Piala Dunia 2014

Jerman Sebagai Juara Piala Dunia 2014

Tingkat ekspetasi disekitar tim samba sangat tinggi saat Piala Dunia kembali digelar di Brasil sebagai tuan rumah pertama kali sejak 1950. Namun, superstar Neymar menderita kekalahan telak di babak perempat final.

Jerman mengalahkan tuan rumah dengan skor 7-1 di semifinal yang paling mengejutkan seluruh dunia. Setelah itu, Jerman berhasil mengalahkan Argentina yang diperkuat Lionel Messi, Higuain, Angel Di Maria, dkk. Mario Gotze menjadi pencetak satu-satunya pada partai final tersebut di perpanjangan waktu.

Kemenangan tersebut merupakan kemenangan keempat bagi Jerman, tetapi yang pertama bagi mereka setelah Jerman menjadi bangsa yang bersatu.

Turnamen Piala Dunia 2018 akan digelar di Rusia pada tanggal 14 juni mendatang. Tuan rumah Rusia akan bertanding melawan Arab Saudi pada pertandingan perdana.

Dunia

Strike Atletico Madrid Setuju Luka Modric Memenangkan Ballon d’OR 2018

Dilansir Situs Judi Bola Fortunabola, Penyerang Atletico Madrid, Antoine Griezmann, menyatakan Luka Modric layak memenangi gelar Ballon d’Or 2018. Menurutnya, Modric telah menjalani musim yang hebat bersama Real Madrid maupun Timnas Kroasia.

Published

on

Luka Modric

Lapakgol.com – Dilansir Situs Judi Bola Fortunabola, Penyerang Atletico Madrid, Antoine Griezmann, menyatakan Luka Modric layak memenangi gelar Ballon d’Or 2018. Menurutnya, Modric telah menjalani musim yang hebat bersama Real Madrid maupun Timnas Kroasia.

Luka Modric dinobatkan sebagai peraih Ballon d’Or pada malam gala yang digelar Selasa (4/12/2018) dini hari WIB. Modric mengalahkan dua kandidat unggulan lain, Cristiano Ronaldo dan Griezmann.

Kylian Mbappe menjadi kejutan dengan berada di posisi keempat. Melengkapi lima besar Ballon d’Or 2018 adalah mega bintang Barcelona, Lionel Messi.

Terpilihnya Modric sebagai peraih gelar di tahun 2018 ini masih menyisakan nada sumbang. Griezmann dinilai lebih layak untuk meraihnya. Tapi, Griezmann mengakui Modric layak meraih gelar itu.

Sepanjang tahun 2018, Antoine Griezmann meraih gelar Liga Europa dan Piala Super Eropa bersama Atletico Madrid. Puncak dari pencapaian Griezmann adalah gelar Piala Dunia 2018 bersama timnas Prancis.

Sementara itu, Luka Modric memimpin Kroasia menuju final Piala Dunia 2018, kemudian kalah dari Prancis. Pemain berusia 33 tahun ini mengantar Real Madrid menjadi juara di Liga Champions. Dua momen ini jadi kunci sukses Modric.

“Luka Modric layak mendapatkannya,” ucap Griezmann. “Dia telah menjalani musim yang sangat hebat dan dia menangkan Liga Champions,” sambungnya dikutip dari Situs Judi Bola Online Fortunabola.

Griezmann merasa ada gelar lebih penting daripada Ballon d’Or dan telah meraih gelar tersebut. Apakah itu? “Juara Piala Dunia,” tegas pemain berusia 27 tahun tersebut.

Antoine Griezmann mengaku senang bisa masuk dalam daftar finalis peraih Ballon d’Or 2018. Namun, Griezmann mengaku ingin meraih capaian yang lebih bagus. Griezmann ingin meraih yang terbaik dan merasa berada di jalur yang benar.

“Saya rasa jika saya tetap bekerja seperti apa yang sudah saya lakukan, mengapa tidak (menang Ballon d’Or)? Saya berada di jalur yang benar. Saya sudah mengklaim dua podium berturut-turut,” imbuh Griezmann Kepada Agen Bola Fortunabola.

Continue Reading

Dunia

Ter Stegen Ungkap Strategi Melawan Inter Milan Tanpa Lionel Messi

Messi absen saat Barcelona menjamu Inter Milan di matchday 3 Grup B Liga Champions 2018/19, Kamis dinihari WIB (25/10/2018). Messi mengalami cedera retak tulang lengan kanan saat Barcelona bertemu dengan Sevilla akhir pekan lalu.

Published

on

Ter Stegen

Lapakgol.comMessi absen saat Barcelona menjamu Inter Milan di matchday 3 Grup B Liga Champions 2018/19, Kamis dinihari WIB (25/10/2018). Messi mengalami cedera retak tulang lengan kanan saat Barcelona bertemu dengan Sevilla akhir pekan lalu.

Meski begitu, kiper Barcelona, Marc-Andre ter Stegen, yakin klubnya masih bisa bertarung di semua lini.

“Kami memulai setiap musim dengan tujuan memenangkan segalanya,” kata Ter Stegen kepada El Mundo Deportivo.

“Tahun lalu sesuatu terjadi pada kita yang seharusnya tidak terjadi, seperti kita kehilangan di Roma, tetapi ini adalah sesuatu yang harus kita pelajari, itu selalu terjadi dalam sepakbola,” kata penjaga gawang Barcelona ini.

Selanjutnya, Ter Stegen membahas soal absennya Messi. Mantan kiper Borussia Monchengladbach itu, mengakui Messi adalah pemain penting.

“Ketiadaan Lionel Messi? Jelas dia adalah pemain kunci dalam tim kami dan itu tidak akan mudah untuk menggantikannya, tetapi inilah yang harus kami kerjakan sekarang,” ujarnya.

“Sebelum cedera, seperti biasa, dia dalam momen yang sangat baik,” kata Ter Stegen.

Ter Stegen bergabung dengan Barcelona dari Borussia Monchengladbach pada tahun 2014. Di musim pertamanya, pemain asal Jerman itu, memenangkan treble di bawah Luis Enrique termasuk Liga Champions di Berlin.

Namun, setelah itu Ter Stegen harus puas menjadi penjaga gawang Liga Champions. Itu setelah Barcelona menjalankan sistem rotasi dengan Claudio Bravo.

Continue Reading

Dunia

Banjir Kritikan Di Piala Dunia 2018, David De Gea Dibela Pelatih Baru Spanyol

Performa David de Gea bersama timnas Spanyol di Piala Dunia 2018 menuai banyak kritikan. Meski demikian, pelatih anyar La Furia Roja, Luis Enrique, mengaku yakin anask asuhnya tersebut bisa mengatasi kritik dengan baik.

Published

on

Lapakgol.com – Performa David de Gea bersama timnas Spanyol di Piala Dunia 2018 menuai banyak kritikan. Meski demikian, pelatih anyar La Furia Roja, Luis Enrique, mengaku yakin anask asuhnya tersebut bisa mengatasi kritik dengan baik.

De Gea sempat menarik perhatian publik lantaran sempat melakukan blunder fatal kala bertemu Portugal di laga perdana grup B. Tak hanya itu, ia juga kebobolan tiga gol hingga membuat La Furia Roja hanya mampu meraih satu poin.

Tentu saja hal itu membuatnya mendapatkan banyak kritikan, terlebih setelah Spanyol tersingkir pada babak 16 besar. Dan baru-baru ini, ia sudah bangkit dan baru saja membantu La Furia Roja menang atas Inggris 2-1 di UEFA Nations League hari Minggu (9/9) kemarin.

Walaupun belum melatih Spanyol saat itu, namun Luis Enrique cukup tahu bagaimana kritikan menghampiri kipernya itu. Ia pun memberikan pujian karena kedewasaannya dalam menerima kritik.

“David selalu menunjukkan ketenangan dan kedewasaan untuk seseorang seumurannya,” ujar Luis Enrique dalam konferensi pers jelang lawan Kroasia, dikutip dari Football Espana.

“Dia punya banyak pengalaman dan paling profesional, dan dia tahu bahwa mendapatkan pujian dan kritikan merupakan bagian dari permainan,” lanjutnya.

Untuk itu, ia memastikan bahwa De Gea akan tetap mengawal gawang Spanyol saat bertemu Kroasia pada hari Rabu (12/9) dini hari nanti. Luis Enrique juga semakin yakin akan memainkannya karena performanya kala bertemu Inggris.

“Saya sangat tenang dengan David, dia adalah pemain hebat,” tambah Enrique.

“Permainannya dan semua musim penampilannya di Inggris membuatnya menjadi nomor satu untuk posisinya serta performanya, dia adalah kiper terbaik di dunia,” tutupnya.

Laga antara David de Gea dan kawan-kawan melawan Kroasia ini diyakini akan berjalan ketat, sebab skuat asuhan Zlatko Dalic itu baru saja tampil apik di Piala Dunia 2018 kemarin. Tetapi, La Furia Roja tetap lebih diunggulkan karena bermain di hadapan pendukung setianya.

Continue Reading

Trending