Connect with us
Agen Togel Agen Bola

Dunia

Negara Mana Saja Yang Sudah Memenangkan Piala Dunia Dari Tahun 1930-2014?

Sejak pertama kali pargelaran Piala Dunia dimulai, sudah ada 8 negara yang telah berhasil menjadi juara.

Published

on

Negara Mana Saja Yang Sudah Memenangkan Piala Dunia Dari Tahun 1930-2014

Lapakgol.com – Sejak pertama kali pargelaran Piala Dunia dimulai, sudah ada 8 negara yang telah berhasil menjadi juara. Apakah akan ada negara baru yang menjadi raja dunia sepakbola di tahun 2018?

1930 : Uruguay

Uruguay Sebagai Juara Piala Dunia 1930

Uruguay Sebagai Juara Piala Dunia 1930

Piala Dunia perdana diselanggarakan di Uruguay, dengan negara yang merayakan ulang tahun keseratus dari konstitusi pertama olimpiade sepakbola yang terpilih sebagai tuan rumah. Uruguay, Argentina, Yugoslavia, dan Amerika Serikat memuncaki grup masing-masing dari 13 negara ikut berkonstribusi untuk mencapai semifinal.

Saat itu, Uruguay  berhasil mencetak kemenangan telak dengan skor 6-1 atas Yugoslavia. Begitu juga dengan Argentina yang menang dengan skor 6-1 atas Amerika Serikat. Pada akhirnya tuan rumah, Uruguay berhasil menaklukan Argentina dengan skor 4-2 di depan lebih dari 68.000 orang di Estadio Centenario di Montevideo.

Albiceleste berhasil membawa Uruguay sebagai juara Piala Dunia, meskipun Guillermo Stabile menjadi pencetak gol terbanyak diturnamen dengan delapan gol.

1934 : Italia

Italia Sebagai Juara Piala Dunia 1934

Italia Sebagai Juara Piala Dunia 1934

Ajang Piala Dunia 1934 merupakan yang pertama tim harus lolos dari babak kualifikasi, sementara 16 negara ikut menyemarakkan turnamen sepakbola dunia tersebut.

Uruguay menolak untuk berpatisipasi sebagai bentuk protes atas fakta bahwa hanya empat tim Eropa yang telah menerima undangan untuk bermain di turnamen perdana yang telah mereka adakan sebelumnya.

Absennya juara bertahan membuka jalan bagi tuan rumah 1934 Italia untuk menyapu kesuksesan pertama di panggung global.

Piala Dunia pada tahun ini dimulai pada babak fase knockout tanpa babak penyisihan grup. Azzurri berhasil mengatasi Amerika Serikat, Spanyol, dan Austria dalam perjalanan menuju final, dengan Angelo Schiavo sebagai penentu kemenangan dalam perpanjangan waktu untuk mengalahkan Cekoslovakia dengan skor 2-1 di Roma.

Selain itu, pemain depan Cekoslovakia Oldrich Nejedly merupakan top skorer dengan lima gol.

1938 : Italia

Italia Sebagai Juara Piala Dunia 1938

Italia Sebagai Juara Piala Dunia 1938

Prancis menjadi tuan rumah Piala Dunia tahun 1938, tetapi Italia sekali lagi menjadi pemenang pada gelaran 4 tahun sekali tersebut.

Dengan penarikan diri Austria setelah di aneksasi oleh Jerman, hanya 15 tim yang ambil bagian dalam ajang tersebut, termasuk Hindia Belanda (sekarang Indonesia) dan Kuba.

Italia berhasil mempertahankan mahkota mereka dengan mengalahkan Hongaria 4-2 di final, dengan Gino Colaussi dan Silvio Piola masing-masing mengantongi dua gol.

Pemain Brasil, Leonidas menduduki puncak top skorer dengan mencetak tujuh gol.

Dengan pecahnya Perang Dunia kedua membuat Italia mempertahankan trofi selama 16 tahun, sementara Vittorio Pozzo tetap satu-satunya manajer yang memenangkan Piala Dunia dua kali.

1950 : Uruguay

Uruguay Sebagai Juara Piala Dunia 1950

Uruguay Sebagai Juara Piala Dunia 1950

Piala Dunia digelar kembali di Amerika Selatan, dengan Brasil yang menjadi tuan rumah bagi 16 tim turnamen. Ini adalah acara pertama dimana hadiah pemenang disebut sebagai Jules Rimet Trophy, sebagai pengakuan atas ulang tahun ke-25 Prancis sebagai presiden FIFA.

Babak penyisihan grup ditandai dengan kejutan besar ketika Amerika Serikat membuat tim Inggris marah besar. Tetapi kejutan terbesar diberikan untuk penentuan turnamen, karena Uruguay mengejutkan sekitar 200.000 penonton di Maracana dengan datang mengalahkan tuan rumah Brasil 2-1 dengan gol dari Juan Alberto Schiaffino dan Alcides Ghiggia.

Tim Selecao hanya membutuhkan hasil imbang untuk mendapatkan gelar pertama mereka di ajang Piala Dunia, akan tetapi Albiceleste berhasil membuat seluruh orang terkejut tidak percaya karena dia berhasil merayakan kemenangan Piala Dunia kedua.

1954 : Jerman Barat

Jerman Barat Sebagai Juara Piala Dunia 1954

Jerman Barat Sebagai Juara Piala Dunia 1954

Piala Dunia 1954 diadakan di Swiss dan diharapkan akan dimenangkan oleh Hungaria yang berjuluk “Mighty Magyars“, yang mendominasi seluruh adegan turnamen pada saat itu.

Namun, mereka harus kalah di final karena Jerman Barat menang dengan cara spektakuler.

Untuk pertama kalinya, ada liputan televisi dari turnamen yang memungkinan penonton dunia dapat menyaksikan apa yang dikenal sebagai “The Miracle of Bern“. Jerman Barat yang berhasil bangkit setelah ketinggalan dua gol, hanya butuh delapan menit untuk menang 3-2 di menit-menit terakhir.

Ikon Hungaria, Sandor Kocsis keluar sebagai pencetak gol terbanyak dengan 11 gol pada turnamen tersebut.

1958 : Brazil

Brazil Sebagai Juara Piala Dunia 1958

Brazil Sebagai Juara Piala Dunia 1958

Turnamen sepakbola bergengsi ini menghadirkan kedatangan pemain legendaris yang berusia 17 tahun dari Brasil, Pele. Mega bintang Brasil itu tidak masuk sampai babak final pertandingan penyisihan grup melawan Uni Soviet, dengan gol pertama tiba di perempat final dengan Wales.

Tapi dia telah mencetak hat-trick di semifinal melawan Prancis dan dua gol dalam kemenangan 5-2 atas tuan rumah Swedia.

Namun, track-record Pele tidak cukup untuk menjadikannya peraih Golden Boot, karena Just Fontaine dari Prancis berhasil mencetak 13 gol sebagai top skorer.

1962 : Brasil

Brazil Sebagai Juara Piala Dunia 1962

Brazil Sebagai Juara Piala Dunia 1962

Sebuah acara yang terkenal karena atmosfernya yang menekan, dengan bentrokan putaran pertama yang terkenal antara tuan rumah Chile dan Italia yang dikenal degnan “The Battle of Santiago“. Pada pertandingan perdana tersebut, dua pemain yang dikeluarkan dari lapangan oleh wasit karena terlibat perkelahian. Ken Aston kemudian menciptakan sistem kartu kuning dan merah.

Ketika seluruh perhatian beralih ke sepakbola, juara bertahan Brasil berhasil melaju ke final dan mengalahkan Cekoslowakia dengan skor 3-1 pada partai final. Garrincha dan Viva sebagai pencetak gol terbanyak yang sama setelah Pele tidak dapat bermain karena cedera.

1966 : Inggris

Inggris Sebagai Juara Piala Dunia 1966

Inggris Sebagai Juara Piala Dunia 1966

“Mereka pikir semuanya sudah berakhir…Sekarang saatnya!” – Ingat Kenneth Wostenholme tentang gol terakhir Geoff Hurst dalam kemenangan dramatis 4-2 atas Jerman Barat di final Piala Dunia 1966 di Wembley yang akan diingat selamanya oleh fans Inggris.

Sebelum itu, Korea Utara telah menjadi tim kuda hitam yang memberikan kejutan banyak orang, dengan bermain dengan Chili dan mengalahkan Italia sebelum kalah dari Portugal yang ditunggangi oleh Eusebio di perempat final.

Sebelumnya tim samba telah dikalahkan oleh Inggris, hingga akhirnya Hurst berhasil mencetak hat-trick di final untuk mengalahkan Jerman.

1970 : Brasil

Brazil Sebagai Juara Piala Dunia 1970

Brazil Sebagai Juara Piala Dunia 1970

Turnamen Piala Dunia kali ini menjadi paling banyak yang pertama, yakni pertama kali di gelar di Amerika Utara, Pertama kali disiarkan di televisi berwarna, pertama kali juga menyertakan aturan kartu kuning dan kartu merah, dan yang pertama melibatkan brand sepakbola Adidas (Telstar).

Brasil dengan baju kuning mereka yang ikonik, mendominasi turnamen dengan diperlihatkan kepada dunia internasional terbesar dalam sejarah. Brasil saat itu terdiri dari legenda seperti Carlos Alberto, Pele, Gerson, Jairzinho, Rivellino dan Tostao.

Jairzinho menyapu bersih masing-masing dari enam pertandingan Brasil, termasuk kemenangan 4-1 atas Italia di final, sementara pelatih Mario Zagallo menjadi orang pertama yang memenangkan Piala Dunia sebagai pemain dan manajer.

1974 : Jerman Barat

Jerman Barat Sebagai Juara Piala Dunia 1974

Jerman Barat Sebagai Juara Piala Dunia 1974

Dengan Brasil yang telah berhasil memenangkan Jules Rimet Thropy sebanyak tiga kali, kali ini Piala Dunia 1974 berhasil di menangkan oleh Jerman Barat.

Australia, Jerman Timur, Haiti, dan Zaire semua menghiasi turnamen untuk pertama kalinya, tetapi Jerman Barat tampil sebagai pemenang. Jerman Barat berhasil mengalahkan Belanda yang di perkuat oleh legenda Johan Cruyff dengan skor 2-1 pada partai final.

1978 : Argentina

Argentina Sebagai Juara Piala Dunia 1978

Argentina Sebagai Juara Piala Dunia 1978

Turnamen terakhir dan kelima yang hanya melibatkan 16 negara ini menjadikan tuan rumah sebagai pemenang.

Belanda berhasil melaju hingga ke final tetapi sekali lagi mereka harus kalah di Buenos Aires, Argentina meraih kemenangan pertama di Piala Dunia.

Mario Kempes berhasil menyelesaikan turnamen sebagai pencetak gol terbanyak sebanyak enam gol, sehingga berhasil mengunci kemenangan 3-1 atas belanda di babak perpanjangan waktu.

1982 : Italia

Italia Sebagai Juara Piala Dunia 1982

Italia Sebagai Juara Piala Dunia 1982

Dengan diperbanyak negara yang mengikuti Piala Dunia pada tahun ini, negara-negara seperti Kuwait, Selandia Baru, dan Irlandia Utara juga ikut bergabung.

Turnamen Piala Dunia kali ini digelar di Spanyol sebagai tuan rumah dan sistem penalty juga diterapkan untuk pertama kalinya. Jerman barat mendapatkan hadiah penalti  setelah tabrakan Harald Schumacher dengan Patrick Battison dalam pertandingan semifinal yang menengangkan. Jerman Barat berhasil mengalahkan Prancis.

Jerman pun dikalahkan di partai final oleh Italia dengan skor 3-1, dimana Italia diperkuat oleh pemegang Golden Boot Paolo Rossi di Santiago Bernabeu.

Pemain veteran Dino Zoff yang sudah berusia 40 tahun dapat mengangkat trofi di akhir pertandingan.

1986 : Argentina

Argentina Sebagai Juara Piala Dunia 1986

Argentina Sebagai Juara Piala Dunia 1986

Kolombia seharusnya menjadi tuan rumah Piala Dunia 1986, tetapi mereka terpaksa mundur akibat permasalahan krisis ekonomi. Meksiko berhasil mengambil peran sebagai tuan rumah terlepas dari kejadian gempa bumi dahsyat yang terjadi tahun sebelumnya.

Terjadi momen yang disebut sebagai “Hand of God” yang akhirnya membantu Argentina meraih kemenangan. Diego Maradona berhasil membawa Argentina meraih trofi Piala Dunia.

Kapten Argentina tersebut berhasil mengalahkan Jerman Barat dengan skor 3-2 di Stadion Azteca.

1990 : Jerman Barat

Jerman Barat Sebagai Juara Piala Dunia 1990

Jerman Barat Sebagai Juara Piala Dunia 1990

Kali ini yang menjadi tuan rumah Piala Dunia ialah Italia dalam dua kesempatan. Kali ini negara baru yang ikut andil menjadi bagian turnamen adalah Kosta Rika, Republik Irlandia, dan Uni Emirat Arab.

Turnamen kali ini begitu banyak mengejutkan banyak orang di dunia. Dengan pemain Kamerun secara mengejutkan bermain sangat apik dan kiper Kolombia Rene Higuita selalu bisa diandalkan untuk membuat hasil yang tak terduga.

Pada akhirnya, Jerman Barat keluar sebagai pemenang atas penalti yang didapat menjelang akhir pertandingan dahsyat melawan Argentina yang berakhir dengan sembilan orang di lapangan.

1994 : Brasil

Brazil Sebagai Juara Piala Dunia 1994

Brazil Sebagai Juara Piala Dunia 1994

Sistem tiga poin pada babak kualifikasi grup pertama kali di terapkan di Piala Dunia tahun ini di Amerika Serikat, sementara itu, turnamen tersebut mengakhiri karir internasional Diego Maradona saat ia dikirim pulang dengan memalukan karena tidak lolos dari tes narkoba.

Bulgaria dan Swedia datang dengan sangat mengejutkan banyak pihak, tetapi final tersebut antara negara kuat Brasil dan Italia di hadapan 94.000 penonton di Rose Bowl di Pasadena.

Pertandingan sengit itupun berakhir tanpa gol, yang menjadi adu penalti pertama di Piala Dunia untuk menentukan pemenangnya. Brasil berhasil mencetak tiga gol, sedang Roberto Baggio melepaskan tembakan terlalu ke atas yang membuat Brasil lolos menjadi pemenang.

1998 : Prancis

Prancis Sebagai Juara Piala Dunia 1998

Prancis Sebagai Juara Piala Dunia 1998

Ronaldo digadang-gadang akan menjadi bintang turnamen Piala Dunia di Prancis. Itu adalah kegagalannya sebelum pertandingan final melawan tuan rumah.

Turnamen Piala Dunia ini juga turut meningkatkan negara yang berpatisipasi menjadi 32 tim. Golden Goals juga diperkenalkan pertama kalinya pada turnamen kali ini. Prancis berhasil mengalahkan hingga melaju jauh dan memenangkan pertandingan final Piala Dunia. Zinadine Zidane berhasil mencetak dua gol pada partai final atas kemenangan 3-0 dari Brasil.

2002 : Brasil

Brazil Sebagai Juara Piala Dunia 2002

Brazil Sebagai Juara Piala Dunia 2002

Empat tahun berlalu dari kejadian di Stade de France, Ronaldo akhirnya berhasil membawa Brasil memenangkan turnamen Piala Dunia. Saat itu ia mencatat delapan gol dan Golden Shoes diberikan kepadanya pada turnamen Piala Dunia yang diselanggarakan di Korea Selatan dan Jepang.

Piala Dunia kali ini banyak dikecam oleh banyak pihak, saat Prancis dan Argentina gagal di babak penyisihan grup. Sementara Korea Selatan mencapai semifinal.

Pada akhirnya, Brasil berhasil melalui setiap pertandingan dengan Ronaldo mencetak dua gol melawan Jerman pada partai final. Ini merupakan kemenangan Piala Dunia kelima untuk tim samba.

2006 : Italia

Italia Sebagai Juara Piala Dunia 2006

Italia Sebagai Juara Piala Dunia 2006

Setelah menderita sakit hati penalti di Amerika 12 tahun lalu. Italia mampu mengalahkan negara-negara tersebut di Jerman pada tahun 2006.

Trinidad & Tobago, Angola, Ghana, Pantai Gading dan Togo melakukan debut pertama kalinya di Piala Dunia. Tetapi acara ini akan selamanya diingat atas kejadian Sundulan Zinedine Zidane pada Marco Materazzi yang memaksa Prancis harus bermain 10 orang pada partai final.

2010 : Spanyol

Spanyol Sebagai Juara Piala Dunia 2010

Spanyol Sebagai Juara Piala Dunia 2010

Era baru bagi Spanyol dengan memperkuat tim sebagai yang terbaik di dunia setelah kemenangan Piala Euro 2008 di Afrika Selatan.

Bafana Bafana menjadi tuan rumah pertama pada pertandingan perdana Piala Dunia. Sementara Selandia Baru gugur pada babak knockout setelah sebelumnya menjadi tim yang tidak pernah kalah pada babak kualifikasi dengan tiga kali seri.

Spanyol lolos dan memenangkan semua pertandingan tanpa seri dan kalah. Mereka berhasil mengalahkan Belanda dengan skor 1-0 yang di cetak satu-satunya oleh Andres Iniesta pada perpanjangan waktu.

2014 : Jerman

Jerman Sebagai Juara Piala Dunia 2014

Jerman Sebagai Juara Piala Dunia 2014

Tingkat ekspetasi disekitar tim samba sangat tinggi saat Piala Dunia kembali digelar di Brasil sebagai tuan rumah pertama kali sejak 1950. Namun, superstar Neymar menderita kekalahan telak di babak perempat final.

Jerman mengalahkan tuan rumah dengan skor 7-1 di semifinal yang paling mengejutkan seluruh dunia. Setelah itu, Jerman berhasil mengalahkan Argentina yang diperkuat Lionel Messi, Higuain, Angel Di Maria, dkk. Mario Gotze menjadi pencetak satu-satunya pada partai final tersebut di perpanjangan waktu.

Kemenangan tersebut merupakan kemenangan keempat bagi Jerman, tetapi yang pertama bagi mereka setelah Jerman menjadi bangsa yang bersatu.

Turnamen Piala Dunia 2018 akan digelar di Rusia pada tanggal 14 juni mendatang. Tuan rumah Rusia akan bertanding melawan Arab Saudi pada pertandingan perdana.

Dunia

Zlatan Ibrahimovic Mengkritik Player Legendaris Manchester United

Published

on

zlatan-ibrahomovic

Lapakgol.com – Dilansir dari Situs Judi Bola FortunaVip, Zlatan Ibrahimovic mengkritik jebolan Class ’92 Manchester United terkait kontribusi untuk klub. Ryan Giggs, mantan penggawa The Red Devils, balik menyindirnya.

Dalam sebuah wawancara, Ibrahimovic mengaku kesal dengan para generasi emas Manchester United tahun 1992 yang legendaris seperti Giggs, Nicky Butt, David Beckham, Gary Neville, dan Paul Scholes.

Terlepas para player itu memberikan banyak gelar, Ibra kesal karena menilai mereka kerap cuma bisa mengkritik The Red Devils tanpa mau membantu klub.

Seperti diketahui, kini hanya Nicky yang mengabdi di Old Trafford dengan menjadi pelatih akademi Manchester United. Dilapor oleh Agen Judi Bola Online FortunaVip.

“Hanya Nicky yang terhubung dengan klub sekarang, tetapi ketika Anda bermain lebih dari 2.000 pertandingan, kami bisa berpendapat,” kata Giggs.

Kritikan Ibra itu kemudian ditanggapi Giggs. Pria yang sempat menjadi manajer utama Manchester United saat David Moyes dipecat itu, menyindir Ibra lebih kenal MU ketimbang jebolan Class ’92.

“Terkadang itu positif, kadang negatif, tapi itu tidak berpengaruh pada hasil. Kami adalah pendukung. Itulah sepakbola, memiliki pendapat yang berbeda. Tapi Ibrahimovic jelas tahu lebih banyak tentang klub daripada kami,” sindir Giggs, yang kini menjadi manajer Timnas Wales.

Continue Reading

Dunia

David Beckham Berniat Gabungkan Ronaldo Dan Messi di Inter Miami CF

Published

on

Inter100000

Lapakgol.com – Dilansir dari Situs Judi Bola FortunaBola, David Beckham tertarik mendatangkan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo ke Inter Miami CF.

Namun, mantan kapten timnas Inggris itu mengaku kesulitan mengontrak kedua superstar sepak bola dunia yang keduanya telah mengkoleksi masing-masing lima Ballon d’Or itu.

Inter Miami akan melakukan debutnya pada liga sepak bola profesional Amerika Serikat, MLS, di Fort Lauderdale pada 2020 setelah rencana membangun stadion berkapasitas 25.000 tempat duduknya diterima November tahun lalu.

Beckham pun mulai membidik para player besar dan tidak memungkiri kemungkinan untuk mendatangkan dua superstar sepak bola itu. Dilansir agen judi bola online FortunaBola.

“Semua orang punya daftar keinginannya, tetapi jika kita melihat fakta Leo dan Cristiano masih bermain, sekalipun pada tingkat yang mungkin Anda sebut tahap akhir karir mereka, saya justru meyakini tak ada akhir untuk mereka berdua,” kata Beckham.

“Mereka bermain pada level setinggi itu sehingga sulit menyaksikan mereka bisa meninggalkan klub di mana mereka kini berada, tetapi kita lihat saja nanti. Anda tak pernah tahu apa yang bakal terjadi pada sepak bola,” tutup David Beckham.

Continue Reading

Dunia

Everton Berhasil Tumbangkan The Blues

Published

on

M. Sarri

Lapakgol.com – Dilansir dari Situs Judi Bola FortunaBola, Everton berhasil mengalahkan The Blues pada Liga Inggris. Penampilan Chelsea pada pertengahan babak kedua dikatakan tidak masuk akal oleh Maurizio Sarri.

Dalam pertandingan di Goodison Park, Minggu 17 Maret 2019, Chelsea mendapatkan kekalahan 0-2 dari Everton. Gol kemenangan The Toffees dicatatkan oleh Richarlison dan Gylfi Sigurdsson.

Chelsea menciptakan banyak peluang pada babak pertama. Diperkirakan ada delapan tembakan dalam datanya yang dilansir agen judi bola onlineFortunaBola. 

Peluang terbaik tercipta pada menit keenam, namun sayangnya tembakan Eden Hazard masih membentur tiang.

Pertahanan Chelsea telat panas setelah babak kedua dimulai. Keteledorannya menghasilkan gol Everton yang dicetak oleh Richarlison pada menit ke-49.

Sarri tak habis pikir dengan penampilan pertahanan belakang tim asuhannya. Chelsea pun melewatkan kesempatan emas untuk menembus ke posisi empat besar. The Blues tertahan di posisi keenam dengan raihan 57 poin.

“Kami bermain sangat-sangat baik pada babak pertama. Kami harusnya bisa mencetak gol dalam lima atau enam situasi berbeda. Kami berhenti bermain. Kami tak bertahan dengan baik. Ini tak masuk akal,” kata Sarri.

“Yang bagus setelah babak pertama, tingkat motivasinya sangat tinggi dan level dari strategi sangat tinggi lalu tiba-tiba kami berhenti. Itu susah dijelaskan.”

“Saya tak khawatir dengan kurang bagusnya penyelesaian akhir, karena pada babak pertama kami menciptakan banyak peluang. Lalu, cepat atau lambat anda bisa mencetak gol. Saya khawatir mengenai babak kedua.”

“Tentu saja hari ini penting buat kami, jadi sekarang kami mempunyai peluang kecil. Kami mesti mempertahankan peluang kami,” tutup Sarri. Dikutip agen judi bola onlineFortunaBola. 

Continue Reading

Trending