Connect with us
Agen Togel Agen Bola

Hot News

Paul Pogba Telah Membawa Prancis Ke Final Piala Dunia Dengan Menjaganya Tetap Sederhana

Kemenangan 1-0 Prancis atas Belgia di semifinal Selasa adalah salah satu dari hari-hari ketika Anda bertanya-tanya apakah orang yang sama telah menonton pertandingan yang sama. Seorang anggota kelompok studi teknis FIFA, berbicara secara informal kepada seorang reporter, mengatakannya seperti ini: “Jika dia memiliki nama yang berbeda di belakang kemejanya, dia tidak akan bermain. Dia belum di levelnya di turnamen ini.”

Published

on

Paul Pogba dari Perancis

Lapakgol.com – Kemenangan 1-0 Prancis atas Belgia di semifinal Selasa adalah salah satu dari hari-hari ketika Anda bertanya-tanya apakah orang yang sama telah menonton pertandingan yang sama. Seorang anggota kelompok studi teknis FIFA, berbicara secara informal kepada seorang reporter, mengatakannya seperti ini: “Jika dia memiliki nama yang berbeda di belakang kemejanya, dia tidak akan bermain. Dia belum di levelnya di turnamen ini.

Tidak lama kemudian, bos Prancis Didier Deschamps diminta untuk merangkum penampilan pemain yang sama. Dia memanggilnya “mengerikan,” menambahkan bahwa pemain tersebut adalah “kuat, kreatif, akurat, cerdas dan salah satu kekuatan pendorong yang nyata dari tim ini.

“Dia ada di mana-mana. Benar-benar di mana-mana.”

Orang yang mereka berdua bicarakan adalah Paul Pogba. Go figure.

Paul Pogba dari Perancis

Paul Pogba dari Perancis

Dalam beberapa hal, ketidaksesuaian itu mengema di dua musim di Manchester UnitedBeberapa orang masih menganggapnya sebagai sesuatu yang menyolok, Menyia-nyiakan uang, kegagalan yang tidak sesuai dengan label harganya sebagai salah satu dari lima pemain termahal dalam sejarah. Jika mereka suka amal, mereka akan mengatakan biaya transfer yang dibayarkan Manchester United (€ 105 juta, ditambah sekumpulan biaya dan komisi) adalah sebuah beban. Jika tidak, mereka akan mengatakan bahwa dia tidak pernah cukup baik dan hanya pekerjaan dramatis yang dilakukan oleh media dan oleh agennya, Mino Raiola.

Orang lain akan membelanya, menunjuk pada fakta bahwa hanya empat pemain yang memiliki lebih banyak bantuan Liga Premier daripada Pogba musim lalu (mereka semua bermain untuk Manchester City), bahwa ekspektasi media tidak masuk akal karena Manchester United dan manajer Jose Mourinho tidak mendapatkan yang terbaik darinya.

Pogba sulit untuk diabaikan. Seorang pria seukurannya, dengan keterampilannya menjadi sorotan. Media berduyun-duyun kepadanya. Kemampuannya untuk dengan mudah berkomunikasi dalam empat bahasa – bahasa Perancis, Italia dan Inggris nya, tetapi juga Spanyol, meskipun ia tidak pernah tinggal di sana. Seperti halnya kehadiran media sosialnya hingga saat ini, dan potongan rambutnya.

TERKAIT : 

Rambut itu memiliki pesan sederhana: Saya tidak ingin menonjol. Saya adalah salah satu dari mereka. Saya di sini untuk melakukan bisnis dan tidak ada yang lain. Jangan melihat rambutku; lihat saja saya bermain sepakbola atau, lebih baik lagi, lihat tim saya bermain sepakbola.

 

 

 

 

 

 

Hot News

Mantan Bek Inter Milan : Juventus Gagal Jika Gagal Memenangkan Liga Champion

Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Mantan bek Inter Milan, Marco Materazzi, bersuara jelang leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2018-2019 yang dimainkan pada tengah pekan ini

Published

on

Marco Materazzi

Lapakgol.com – Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Mantan bek Inter Milan, Marco Materazzi, bersuara jelang leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2018-2019 yang dimainkan pada tengah pekan ini. Kali ini, dia bicara perihal Juventus.

Ia berujar, Juventus pantas disebut mengalami kegagalan di musim 2018-2019 seandainya tak berhasil memenangi Liga Champions musim ini.

Gelar juara Liga Champions memang jadi tolok ukur Materazzi dalam memberikan penilaian. Keperkasaan di kancah kompetisi domestik, Serie A, tak masuk hitungannya lantaran prestasi itu sudah kerap ditorehkan Si Nyonya Tua.

Namun dalam persaingan di level Eropa, khususnya di Liga Champions, Juventus sudah terbilang lama tak unjuk gigi. Mereka kali terakhir memenangi Si Kuping Besar pada musim 1995-1996 saat menaklukkan Ajax.

Dalam empat edisi terakhir, Bianconeri memang mampu ke final dua kali, edisi 2014-2015 dan 2016-2017, namun selalu gagal menang.

Kini dengan kehadiran Cristiano Ronaldo yang kerap dianggap sebagai kartu as Juventus untuk Liga Champions, tak ada alasan lain buat Juventus untuk tak jadi juara.

“Juve kuat setiap tahun dan punya obsesi untuk memenangi Liga Champions,” kata Materazzi kepada Agen Bola FortunaBola.

“Ketika Anda banyak menang di Italia, Anda harus melangkah lebih jauh dan langkah ekstra itu disebut Liga Champions. Dan tahun ini mereka merekrut pemain (Ronaldo) yang tiada bandingannya di level Eropa, jadi saya pikir Liga Champions jadi tujuan utama mereka,” lanjutnya.

Materazzi menambahkan, ia mengakui di Italia tak ada yang bisa menghilangkan scudetto dari genggaman Juventus. Namun, ia kembali menegaskan, jika Juventus tak memenangi Liga Champions, bisa disebut sebuah kegagalan secara keseluruhan.

“Ketika Anda bersama yang terkuat di dunia, bersama Messi, wajar untuk berharap bisa memenangi trofi Liga Champions. Jika Juventus menang, saya akan mengucapkan selamat, sebagai sesama orang Italia. Tapi, jangan harap saya mendukung mereka,” ujar mantan bek Timnas Italia itu.

Continue Reading

Eropa

Gelandang Paris Saint Germain di Kabarkan Akan Bergabung Dengan Barcelona Musim Depan

ilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Gelandang Paris Saint-Germain, Adrien Rabiot, dikabarkan Le Parisien pada Sabtu (16/2/2019)

Published

on

Adrien Rabiot

Lapakgol.com – Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Gelandang Paris Saint-Germain, Adrien Rabiot, dikabarkan Le Parisien pada Sabtu (16/2/2019), akan bergabung dengan Barcelona pada musim depan. Kedua belah pihak dilaporkan sudah mencapai kesepakatan verbal.

Kontrak Rabiot bersama PSG akan berakhir pada Juni 2019. Rabiot sudah memutuskan untuk tidak menambah masa baktinya di klub tersebut.

Hal itu membuat statusnya dibekukan dari skuat PSG. Rabiot tidak boleh berlatih bersama skuat utama sejak Desember 2018.

Barcelona sebenarnya sudah disesaki gelandang berkualitas seperti Sergio Busquets, Ivan Rakitic, Arthur Melo, dan Frenkie De Jong yang akan bergabung pada musim panas nanti. Namun, tim Catalan mengantisipasi kepergian Rakitic ke klub lain dengan mendatangkan Rabiot.

Rabiot disebut sebagai gelandang yang serbabisa. Namun, ia jarang mendapat kepercayaan untuk membuktikan kemampuannya.

Tidak hanya di PSG, Rabiot juga disebut sebagai pemberontak di timnas Prancis. Pada Piala Dunia 2018, Adrien Rabiot menolak untuk masuk dalam daftar tunggu skuat Prancis.

Continue Reading

Hot News

Ancaman Pelatih Arsenal Kepada BATE Borisov

Lapakgol.com – Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Pelatih Arsenal Unai Emery mengusung misi balas dendam kepada BATE Borisov

Published

on

Unai Emery

Lapakgol.com – Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Pelatih Arsenal Unai Emery mengusung misi balas dendam kepada BATE Borisov. Emery berjanji akan membawa The Gunners membalas kekalahan 0-1 dari BATE Borisov pada leg pertama 32 besar Liga Europa.

“Saya percaya kepada kerja kami untuk menyiapkan pertandingan selanjutnya, dan memiliki hasil berbeda di Emirates,” ujar Emery seperti dilansir Agen Bola FortunaBola.

Arsenal sebetulnya lebih dijagokan menang kendati berstatus sebagai tim tamu. Maklum, Meriam London datang dengan nama-nama senior seperti Petr Cech, Henrikh Mkhitaryan, dan Laurent Koscielny.

Sayangnya, Arsenal gagal mengonversi keunggulan kualitas itu menjadi gol. Satu gol Stanislaw Drahun di menit 45 gagal dibalas hingga pertandingan usai.

Arsenal malah harus kehilangan Alexandre Lacazette, lima menit sebelum laga usai karena diusir wasit. Alhasil, Lacazette tidak akan bermain di leg kedua nanti.

Meskipun demikian, Emery yakin, faktor kandang akan membuat Arsenal tampil berbeda. “Saya percaya kepada pemain saya dan saya percaya di kandang dan suporter kami,” ujar Emery.

Emery menambahkan, Arsenal gagal menang dari BATE di laga pertama karena kurang efisien. Padahal, Mkhitaryan dan kawan-kawan tampil lebih dominan dan memiliki banyak peluang.

“Saat momen menyerang, kami punya banyak kesempatan, lebih banyak dari mereka. Tetapi kiper dan eksekusi kami tidak efisien. Kam itelah melakukan segalanya untuk memenangkan pertandingan,” kata Emery.

Continue Reading

Trending