Connect with us
Agen Togel Agen Bola

Hot News

“Pertempuran Mental” Swiss Menyebabkan Reli Babak Kedua Melawan Serbia – Petkovic

KALININGRAD, Rusia – Sikap tidak pernah menyerah Swiss dan akan menang adalah kunci untuk membalikkan pertandingan di mana mereka telah dilanda oleh Serbia untuk sebagian besar babak pertama, pelatih Swiss Vladimir Petkovic mengatakan pada hari Jumat.

Published

on

Swiss

Lapakgol.com – KALININGRAD, Rusia – Sikap tidak pernah menyerah Swiss dan akan menang adalah kunci untuk membalikkan pertandingan di mana mereka telah dilanda oleh Serbia untuk sebagian besar babak pertama, pelatih Swiss Vladimir Petkovic mengatakan pada hari Jumat.

Swiss mengalahkan Serbia 2-1 di Piala Dunia Grup E di Kaliningrad berkat dua gol babak kedua dari Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri setelah mereka tertinggal di babak pertama di salah satu pertandingan paling menegangkan sejauh ini di Rusia.

Itu berjuang pada kecepatan yang terik, dengan Serbia mendominasi sebagian besar babak pertama. Tapi Swiss keluar menyerbu di babak kedua dan mengalahkan Serbia.

“Sejujurnya aku merasa benar-benar habis,” kata Petkovic. “Itu adalah pertandingan yang menarik untuk sedikitnya. Kami naik roller-coaster. Mereka unggul 1-0 dan kami menemukan keseimbangan kami di babak kedua.”

“Kami ingin melawan Serbia tetapi awalnya kami memiliki masalah dengan itu.

“Yang penting adalah kami telah mengembangkan kemenangan ini secara mental bahkan ketika kami turun. Kami selalu menemukan reaksi, dan ini adalah karakteristik yang penting dan positif dari tim saya,” katanya.

Swiss

Swiss

Kemenangan itu menempatkan Swiss dalam posisi yang kuat untuk lolos dari Grup E setelah hasil imbang 1-1 dengan lima kali juara Brasil. Keduanya duduk di empat poin dengan Serbia di tiga.

Tapi Swiss menghadapi Kosta Rika, sudah tersingkir dari turnamen di pertandingan grup terakhir mereka, sementara Serbia menghadapi tugas yang menakutkan karena harus mengalahkan Brasil.

Ketika ditanya apa yang dia katakan kepada para pemainnya di babak pertama, Petkovic mengatakan: “Dialog yang sehat, atau monolog jika Anda suka, tentu saja bagian dari itu. Saya mengatakan kepada mereka saya tidak akan puas dengan hasil imbang.”

“Setelah babak pertama, tidak ada yang akan percaya kami bisa mengubah hal ini. Meskipun kami turun, kami terus memimpin.”

Sang pelatih juga menolak pertanyaan tentang perayaan dua pencetak golnya, yang keduanya merupakan warisan Albania. Beberapa orang menafsirkan isyarat mereka sebagai tampilan nasionalisme yang ditujukan pada orang Serbia.

TERKAIT : 

“Sudah jelas bahwa emosi muncul dan saya pikir kita semua bersama-sama perlu menjauhi politik dan sepakbola dan fokus pada olahraga ini sebagai permainan indah yang menyatukan orang-orang.”

Meskipun tidak dihitung secara umum di antara tim glamor dunia, Swiss berada di peringkat keenam dalam klasemen FIFA. Mereka mencapai 16 besar di Brasil 2014, di mana mereka kalah dari Argentina.

 

 

 

 

 

 

Hot News

Mantan Bek Inter Milan : Juventus Gagal Jika Gagal Memenangkan Liga Champion

Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Mantan bek Inter Milan, Marco Materazzi, bersuara jelang leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2018-2019 yang dimainkan pada tengah pekan ini

Published

on

Marco Materazzi

Lapakgol.com – Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Mantan bek Inter Milan, Marco Materazzi, bersuara jelang leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2018-2019 yang dimainkan pada tengah pekan ini. Kali ini, dia bicara perihal Juventus.

Ia berujar, Juventus pantas disebut mengalami kegagalan di musim 2018-2019 seandainya tak berhasil memenangi Liga Champions musim ini.

Gelar juara Liga Champions memang jadi tolok ukur Materazzi dalam memberikan penilaian. Keperkasaan di kancah kompetisi domestik, Serie A, tak masuk hitungannya lantaran prestasi itu sudah kerap ditorehkan Si Nyonya Tua.

Namun dalam persaingan di level Eropa, khususnya di Liga Champions, Juventus sudah terbilang lama tak unjuk gigi. Mereka kali terakhir memenangi Si Kuping Besar pada musim 1995-1996 saat menaklukkan Ajax.

Dalam empat edisi terakhir, Bianconeri memang mampu ke final dua kali, edisi 2014-2015 dan 2016-2017, namun selalu gagal menang.

Kini dengan kehadiran Cristiano Ronaldo yang kerap dianggap sebagai kartu as Juventus untuk Liga Champions, tak ada alasan lain buat Juventus untuk tak jadi juara.

“Juve kuat setiap tahun dan punya obsesi untuk memenangi Liga Champions,” kata Materazzi kepada Agen Bola FortunaBola.

“Ketika Anda banyak menang di Italia, Anda harus melangkah lebih jauh dan langkah ekstra itu disebut Liga Champions. Dan tahun ini mereka merekrut pemain (Ronaldo) yang tiada bandingannya di level Eropa, jadi saya pikir Liga Champions jadi tujuan utama mereka,” lanjutnya.

Materazzi menambahkan, ia mengakui di Italia tak ada yang bisa menghilangkan scudetto dari genggaman Juventus. Namun, ia kembali menegaskan, jika Juventus tak memenangi Liga Champions, bisa disebut sebuah kegagalan secara keseluruhan.

“Ketika Anda bersama yang terkuat di dunia, bersama Messi, wajar untuk berharap bisa memenangi trofi Liga Champions. Jika Juventus menang, saya akan mengucapkan selamat, sebagai sesama orang Italia. Tapi, jangan harap saya mendukung mereka,” ujar mantan bek Timnas Italia itu.

Continue Reading

Eropa

Gelandang Paris Saint Germain di Kabarkan Akan Bergabung Dengan Barcelona Musim Depan

ilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Gelandang Paris Saint-Germain, Adrien Rabiot, dikabarkan Le Parisien pada Sabtu (16/2/2019)

Published

on

Adrien Rabiot

Lapakgol.com – Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Gelandang Paris Saint-Germain, Adrien Rabiot, dikabarkan Le Parisien pada Sabtu (16/2/2019), akan bergabung dengan Barcelona pada musim depan. Kedua belah pihak dilaporkan sudah mencapai kesepakatan verbal.

Kontrak Rabiot bersama PSG akan berakhir pada Juni 2019. Rabiot sudah memutuskan untuk tidak menambah masa baktinya di klub tersebut.

Hal itu membuat statusnya dibekukan dari skuat PSG. Rabiot tidak boleh berlatih bersama skuat utama sejak Desember 2018.

Barcelona sebenarnya sudah disesaki gelandang berkualitas seperti Sergio Busquets, Ivan Rakitic, Arthur Melo, dan Frenkie De Jong yang akan bergabung pada musim panas nanti. Namun, tim Catalan mengantisipasi kepergian Rakitic ke klub lain dengan mendatangkan Rabiot.

Rabiot disebut sebagai gelandang yang serbabisa. Namun, ia jarang mendapat kepercayaan untuk membuktikan kemampuannya.

Tidak hanya di PSG, Rabiot juga disebut sebagai pemberontak di timnas Prancis. Pada Piala Dunia 2018, Adrien Rabiot menolak untuk masuk dalam daftar tunggu skuat Prancis.

Continue Reading

Hot News

Ancaman Pelatih Arsenal Kepada BATE Borisov

Lapakgol.com – Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Pelatih Arsenal Unai Emery mengusung misi balas dendam kepada BATE Borisov

Published

on

Unai Emery

Lapakgol.com – Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Pelatih Arsenal Unai Emery mengusung misi balas dendam kepada BATE Borisov. Emery berjanji akan membawa The Gunners membalas kekalahan 0-1 dari BATE Borisov pada leg pertama 32 besar Liga Europa.

“Saya percaya kepada kerja kami untuk menyiapkan pertandingan selanjutnya, dan memiliki hasil berbeda di Emirates,” ujar Emery seperti dilansir Agen Bola FortunaBola.

Arsenal sebetulnya lebih dijagokan menang kendati berstatus sebagai tim tamu. Maklum, Meriam London datang dengan nama-nama senior seperti Petr Cech, Henrikh Mkhitaryan, dan Laurent Koscielny.

Sayangnya, Arsenal gagal mengonversi keunggulan kualitas itu menjadi gol. Satu gol Stanislaw Drahun di menit 45 gagal dibalas hingga pertandingan usai.

Arsenal malah harus kehilangan Alexandre Lacazette, lima menit sebelum laga usai karena diusir wasit. Alhasil, Lacazette tidak akan bermain di leg kedua nanti.

Meskipun demikian, Emery yakin, faktor kandang akan membuat Arsenal tampil berbeda. “Saya percaya kepada pemain saya dan saya percaya di kandang dan suporter kami,” ujar Emery.

Emery menambahkan, Arsenal gagal menang dari BATE di laga pertama karena kurang efisien. Padahal, Mkhitaryan dan kawan-kawan tampil lebih dominan dan memiliki banyak peluang.

“Saat momen menyerang, kami punya banyak kesempatan, lebih banyak dari mereka. Tetapi kiper dan eksekusi kami tidak efisien. Kam itelah melakukan segalanya untuk memenangkan pertandingan,” kata Emery.

Continue Reading

Trending