Connect with us
Agen Togel Agen Bola

Hot News

Prediksi : Real Madrid Vs Liverpool 27 Mei 2018

Sang juara bertahan, Real Madrid akan bertanding melawan Liverpool di NSC Olimpiyskiy stadium, Kiev, Ukraina pada hari Minggu 27 Mei 2018 dalam pertandingan final Liga Champions.

Published

on

Prediksi Real Madrid Vs Liverpool Final Liga Champions

Lapakgol.com – Sang juara bertahan, Real Madrid akan bertanding melawan Liverpool di NSC Olimpiyskiy stadium, Kiev, Ukraina pada hari Minggu 27 Mei 2018 dalam pertandingan final Liga Champions.

Madrid yang sudah memenangkan dua kali beruntun turnamen Eropa paling bergengsi tersebut sedang mengejar hat-trick untuk menambah piala menjadi 13 gelar sepanjang sejarah. Sedangkan, Liverpool sedang berusaha untuk memperebutkan titel ke enam mereka.

Kekuatan kedua tim terbilang hampir mirip dengan gaya bermain yang ofensif. Tim asuhan Jurge Klopp menjadi paling berhasil mencetak gol dengan membukukan 40 gol musim ini. Dengan disusul oleh El Real asuhan Zinadine Zidane yang berhasil mencetak 30 gol dari fase grup sampai ke final.

Semua itu berkat ketajaman para pemain masing-masing tim seperti Cristiano Ronaldo sang Raja Liga Champions yang menjadi top skorer sebanyak 15 gol, disusul oleh Mohamed Salah (10 gol), Roberto Firmino (10 gol), Sadio Mane (9 gol).

Walaupun memiliki tim dengan taktik ofensif, kedua tim memiliki persamaan dengan lini belakang yang rawan kebobolan. Terlihat Real Madrid telah kebobolan sebanyak 15 gol, sedangkan Liverpool kebobolan sebanyak 13 gol.

Kedua tim memiliki pengalaman yang banyak di Liga Champions dan sama-sama tim yang telah memenangkan Liga Champions paling banyak di antara tim dari liga masing-masing. Tapi, Real Madrid jauh memiliki pengalaman turnamen Liga Champions dibandingkan Liverpool.

Sebagai pelatih paling sukses Real Madrid saat ini, Zidane belum pernah melawan Liverpool sebelumnya, tetapi berhasil membawa Real Madrid mengangkat piala Liga Champions dua kali beruntun. Sedangkan Jurgen Klopp pernah mengalahkan Madrid saat masih mengasuh Borussia Dortmund pada tahun 2012/2013 silam. Liverpool terakhir kali berada di final yakni pada tahun 2006/2007 silam saat dikalahkan AC Milan.

Tidak ada permasalahan absennya pemain diantara kedua tim. Kedua tim akan mengerahkan seluruh kekuatan penuh pada laga nanti. Karena memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Oleh karena itu, prediksi untuk kedua tim sulit untuk dilakukan. Tapi, bagi tim yang mampu mengambil keuntungan dari kelemahan lawan. Itulah yang akan menjadi pemenang turnamen musim ini.

PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN
Madrid (4-3-1-2): Navas; Marcelo, Ramos, Varane, Carvajal; Kroos, Casemiro, Modric; Isco; Ronaldo, Benzema.
Liverpool (4-3-3): Karius; Robertson, Van Dijk, Lovren, Alexander-Arnold; Milner, Henderson, Wijnaldum; Mane, Firmino, Salah.

HEAD TO HEAD (5 PERTEMUAN TERAKHIR)
05-11-2014 Madrid 1-0 Liverpool (UCL)
23-10-2014 Liverpool 0-3 Madrid (UCL)
11-03-2009 Liverpool 4-0 Madrid (UCL)
26-02-2009 Madrid 0-1 Liverpool (UCL)
27-05-1981 Liverpool 1-0 Madrid (UCL)

5 PERTANDINGAN TERAKHIR MADRID
02-05-2018 Madrid 2-2 Bayern (UCL)
07-05-2018 Barcelona 2-2 Madrid (La Liga)
10-05-2018 Sevilla 3-2 Madrid (La Liga)
13-05-2018 Madrid 6-0 Celta (La Liga)
20-05-2018 Villarreal 2-2 Madrid (La Liga)

5 PERTANDINGAN TERAKHIR LIVERPOOL
25-04-2018 Liverpool 5-2 Roma (UCL)
28-04-2018 Liverpool 0-0 Stoke (EPL)
03-05-2018 Roma 4-2 Liverpool (UCL)
06-05-2018 Chelsea 1-0 Liverpool (EPL)
13-05-2018 Liverpool 4-0 Brighton (EPL)

Prediksi Skor : Real Madrid 2 – 3 Liverpool

Hot News

Mantan Bek Inter Milan : Juventus Gagal Jika Gagal Memenangkan Liga Champion

Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Mantan bek Inter Milan, Marco Materazzi, bersuara jelang leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2018-2019 yang dimainkan pada tengah pekan ini

Published

on

Marco Materazzi

Lapakgol.com – Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Mantan bek Inter Milan, Marco Materazzi, bersuara jelang leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2018-2019 yang dimainkan pada tengah pekan ini. Kali ini, dia bicara perihal Juventus.

Ia berujar, Juventus pantas disebut mengalami kegagalan di musim 2018-2019 seandainya tak berhasil memenangi Liga Champions musim ini.

Gelar juara Liga Champions memang jadi tolok ukur Materazzi dalam memberikan penilaian. Keperkasaan di kancah kompetisi domestik, Serie A, tak masuk hitungannya lantaran prestasi itu sudah kerap ditorehkan Si Nyonya Tua.

Namun dalam persaingan di level Eropa, khususnya di Liga Champions, Juventus sudah terbilang lama tak unjuk gigi. Mereka kali terakhir memenangi Si Kuping Besar pada musim 1995-1996 saat menaklukkan Ajax.

Dalam empat edisi terakhir, Bianconeri memang mampu ke final dua kali, edisi 2014-2015 dan 2016-2017, namun selalu gagal menang.

Kini dengan kehadiran Cristiano Ronaldo yang kerap dianggap sebagai kartu as Juventus untuk Liga Champions, tak ada alasan lain buat Juventus untuk tak jadi juara.

“Juve kuat setiap tahun dan punya obsesi untuk memenangi Liga Champions,” kata Materazzi kepada Agen Bola FortunaBola.

“Ketika Anda banyak menang di Italia, Anda harus melangkah lebih jauh dan langkah ekstra itu disebut Liga Champions. Dan tahun ini mereka merekrut pemain (Ronaldo) yang tiada bandingannya di level Eropa, jadi saya pikir Liga Champions jadi tujuan utama mereka,” lanjutnya.

Materazzi menambahkan, ia mengakui di Italia tak ada yang bisa menghilangkan scudetto dari genggaman Juventus. Namun, ia kembali menegaskan, jika Juventus tak memenangi Liga Champions, bisa disebut sebuah kegagalan secara keseluruhan.

“Ketika Anda bersama yang terkuat di dunia, bersama Messi, wajar untuk berharap bisa memenangi trofi Liga Champions. Jika Juventus menang, saya akan mengucapkan selamat, sebagai sesama orang Italia. Tapi, jangan harap saya mendukung mereka,” ujar mantan bek Timnas Italia itu.

Continue Reading

Eropa

Gelandang Paris Saint Germain di Kabarkan Akan Bergabung Dengan Barcelona Musim Depan

ilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Gelandang Paris Saint-Germain, Adrien Rabiot, dikabarkan Le Parisien pada Sabtu (16/2/2019)

Published

on

Adrien Rabiot

Lapakgol.com – Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Gelandang Paris Saint-Germain, Adrien Rabiot, dikabarkan Le Parisien pada Sabtu (16/2/2019), akan bergabung dengan Barcelona pada musim depan. Kedua belah pihak dilaporkan sudah mencapai kesepakatan verbal.

Kontrak Rabiot bersama PSG akan berakhir pada Juni 2019. Rabiot sudah memutuskan untuk tidak menambah masa baktinya di klub tersebut.

Hal itu membuat statusnya dibekukan dari skuat PSG. Rabiot tidak boleh berlatih bersama skuat utama sejak Desember 2018.

Barcelona sebenarnya sudah disesaki gelandang berkualitas seperti Sergio Busquets, Ivan Rakitic, Arthur Melo, dan Frenkie De Jong yang akan bergabung pada musim panas nanti. Namun, tim Catalan mengantisipasi kepergian Rakitic ke klub lain dengan mendatangkan Rabiot.

Rabiot disebut sebagai gelandang yang serbabisa. Namun, ia jarang mendapat kepercayaan untuk membuktikan kemampuannya.

Tidak hanya di PSG, Rabiot juga disebut sebagai pemberontak di timnas Prancis. Pada Piala Dunia 2018, Adrien Rabiot menolak untuk masuk dalam daftar tunggu skuat Prancis.

Continue Reading

Hot News

Ancaman Pelatih Arsenal Kepada BATE Borisov

Lapakgol.com – Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Pelatih Arsenal Unai Emery mengusung misi balas dendam kepada BATE Borisov

Published

on

Unai Emery

Lapakgol.com – Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Pelatih Arsenal Unai Emery mengusung misi balas dendam kepada BATE Borisov. Emery berjanji akan membawa The Gunners membalas kekalahan 0-1 dari BATE Borisov pada leg pertama 32 besar Liga Europa.

“Saya percaya kepada kerja kami untuk menyiapkan pertandingan selanjutnya, dan memiliki hasil berbeda di Emirates,” ujar Emery seperti dilansir Agen Bola FortunaBola.

Arsenal sebetulnya lebih dijagokan menang kendati berstatus sebagai tim tamu. Maklum, Meriam London datang dengan nama-nama senior seperti Petr Cech, Henrikh Mkhitaryan, dan Laurent Koscielny.

Sayangnya, Arsenal gagal mengonversi keunggulan kualitas itu menjadi gol. Satu gol Stanislaw Drahun di menit 45 gagal dibalas hingga pertandingan usai.

Arsenal malah harus kehilangan Alexandre Lacazette, lima menit sebelum laga usai karena diusir wasit. Alhasil, Lacazette tidak akan bermain di leg kedua nanti.

Meskipun demikian, Emery yakin, faktor kandang akan membuat Arsenal tampil berbeda. “Saya percaya kepada pemain saya dan saya percaya di kandang dan suporter kami,” ujar Emery.

Emery menambahkan, Arsenal gagal menang dari BATE di laga pertama karena kurang efisien. Padahal, Mkhitaryan dan kawan-kawan tampil lebih dominan dan memiliki banyak peluang.

“Saat momen menyerang, kami punya banyak kesempatan, lebih banyak dari mereka. Tetapi kiper dan eksekusi kami tidak efisien. Kam itelah melakukan segalanya untuk memenangkan pertandingan,” kata Emery.

Continue Reading

Trending