Connect with us
Agen Togel Agen Bola

Hot News

Prediksi : Swedia vs Korea Selatan

Pada hari Senin, 18 Juni, Grup F akan melihat pertandingan keduanya, Swedia vs Korea Selatan. Kedua negara berada di grup yang sama dengan juara dunia Jerman, serta Meksiko. Kemenangan untuk kedua belah pihak akan sangat berharga, karena Grup F adalah prospek yang menakutkan bagi keduanya.

Published

on

Lapakgol.com – Pada hari Senin, 18 Juni, Grup F akan melihat pertandingan keduanya, Swedia vs Korea SelatanKedua negara berada di grup yang sama dengan juara dunia Jerman, serta Meksiko. Kemenangan untuk kedua belah pihak akan sangat berharga, karena Grup F adalah prospek yang menakutkan bagi keduanya.

Swedia vs Korea Selatan

Dengan Jerman bermain dengan Meksiko di pertandingan pembukaan Grup F, peluang bagi Swedia atau Korea Selatan untuk meningkatkan peluang mereka untuk maju. Namun, kedua sisi pada dasarnya memiliki kaliber yang sama, terutama di kelompoknya masing-masing, jadi itu bisa menjadi urusan yang ketat.

Swedia Kembali ke Tahap Dunia

Ini adalah kampanye Piala Dunia pertama Swedia sejak 2006. Setelah gagal lolos ke dua besar, Swedia akhirnya kembali ke tahap termegah sepakbola dunia.

Terakhir kali mereka bermain di Piala Dunia, mereka tersingkir oleh Jerman, yang akan mereka hadapi pada 23 Juni.

Di jalan mereka ke Rusia, mereka menempati posisi kedua dalam grup kualifikasi mereka. Mengelola untuk mengalahkan Prancis 2-1 pada Juni 2017, Swedia maju ke babak kedua. Kemudian mereka melanjutkan untuk menghadapi dan secara monumental mengalahkan Italia 1-0 lebih.

Pemain bintang Emil Forsberg akan menjadi salah satu yang harus diperhatikan untuk Swedia. Pemain sayap ini telah berbicara tentang musim lalu dan bahkan menjadi target yang dilaporkan untuk Arsenal. Mungkin menjadi ujung tombak Swedia depan, ia akan memberikan beberapa kekuatan di sayap.

Baru-baru ini, mereka juga menampilkan pertahanan keras, yang ditunjukkan di grup kualifikasi mereka, karena mereka hanya kebobolan sembilan gol.

Terutama, ini adalah turnamen besar pertama mereka tanpa Zlatan Ibrahimovic setelah pensiun dari sepak bola internasional pada tahun 2016.

Swedia vs Korea Selatan

Swedia vs Korea Selatan

Korea Selatan Kembali ke Bisnis

Sekarang di Piala Dunia kesembilan berturut-turut, Korea Selatan tidak asing dengan panggung terbesar di dunia sepakbola.

Meskipun lolos ke Piala Dunia, Korea Selatan mengalami kampanye kualifikasi yang sulit. Finishing kedua di grup mereka, manajer Uli Stielike dipecat dan digantikan oleh Shin Tae-Yong, menyusul hasil buruk.

Namun, The Reds masih berhasil finis di urutan kedua di grup mereka meski kampanye agak buruk, sehingga lolos ke Piala Dunia kesembilan berturut-turut mereka.

TERKAIT :

Ramalan

Swedia vs Korea Selatan adalah peluang besar bagi kedua belah pihak untuk mendapatkan setengah peluang untuk maju ke babak sistem gugur. Dengan Jerman dan Meksiko untuk bermain, Grup F adalah prospek yang menakutkan bagi keduanya.

Meskipun mungkin bukan pertandingan yang paling menggembirakan dari turnamen, kemungkinan satu sisi akan menemukan terobosan. Pertahanan Swedia terbukti menajadi lawan yang tangguh. Sedangkan Korea Selatan bisa efektif di counter dengan Son pada istirahat.

Kemampuan Son Heung-Min bisa menjadi penentuan, yang mungkin cukup bagi Korea Selatan mengalahkan Swedia.

Prediksi: Swedia 0-2 Korea Selatan

 

 

 

 

 

 

 

Hot News

Mantan Bek Inter Milan : Juventus Gagal Jika Gagal Memenangkan Liga Champion

Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Mantan bek Inter Milan, Marco Materazzi, bersuara jelang leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2018-2019 yang dimainkan pada tengah pekan ini

Published

on

Marco Materazzi

Lapakgol.com – Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Mantan bek Inter Milan, Marco Materazzi, bersuara jelang leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2018-2019 yang dimainkan pada tengah pekan ini. Kali ini, dia bicara perihal Juventus.

Ia berujar, Juventus pantas disebut mengalami kegagalan di musim 2018-2019 seandainya tak berhasil memenangi Liga Champions musim ini.

Gelar juara Liga Champions memang jadi tolok ukur Materazzi dalam memberikan penilaian. Keperkasaan di kancah kompetisi domestik, Serie A, tak masuk hitungannya lantaran prestasi itu sudah kerap ditorehkan Si Nyonya Tua.

Namun dalam persaingan di level Eropa, khususnya di Liga Champions, Juventus sudah terbilang lama tak unjuk gigi. Mereka kali terakhir memenangi Si Kuping Besar pada musim 1995-1996 saat menaklukkan Ajax.

Dalam empat edisi terakhir, Bianconeri memang mampu ke final dua kali, edisi 2014-2015 dan 2016-2017, namun selalu gagal menang.

Kini dengan kehadiran Cristiano Ronaldo yang kerap dianggap sebagai kartu as Juventus untuk Liga Champions, tak ada alasan lain buat Juventus untuk tak jadi juara.

“Juve kuat setiap tahun dan punya obsesi untuk memenangi Liga Champions,” kata Materazzi kepada Agen Bola FortunaBola.

“Ketika Anda banyak menang di Italia, Anda harus melangkah lebih jauh dan langkah ekstra itu disebut Liga Champions. Dan tahun ini mereka merekrut pemain (Ronaldo) yang tiada bandingannya di level Eropa, jadi saya pikir Liga Champions jadi tujuan utama mereka,” lanjutnya.

Materazzi menambahkan, ia mengakui di Italia tak ada yang bisa menghilangkan scudetto dari genggaman Juventus. Namun, ia kembali menegaskan, jika Juventus tak memenangi Liga Champions, bisa disebut sebuah kegagalan secara keseluruhan.

“Ketika Anda bersama yang terkuat di dunia, bersama Messi, wajar untuk berharap bisa memenangi trofi Liga Champions. Jika Juventus menang, saya akan mengucapkan selamat, sebagai sesama orang Italia. Tapi, jangan harap saya mendukung mereka,” ujar mantan bek Timnas Italia itu.

Continue Reading

Eropa

Gelandang Paris Saint Germain di Kabarkan Akan Bergabung Dengan Barcelona Musim Depan

ilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Gelandang Paris Saint-Germain, Adrien Rabiot, dikabarkan Le Parisien pada Sabtu (16/2/2019)

Published

on

Adrien Rabiot

Lapakgol.com – Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Gelandang Paris Saint-Germain, Adrien Rabiot, dikabarkan Le Parisien pada Sabtu (16/2/2019), akan bergabung dengan Barcelona pada musim depan. Kedua belah pihak dilaporkan sudah mencapai kesepakatan verbal.

Kontrak Rabiot bersama PSG akan berakhir pada Juni 2019. Rabiot sudah memutuskan untuk tidak menambah masa baktinya di klub tersebut.

Hal itu membuat statusnya dibekukan dari skuat PSG. Rabiot tidak boleh berlatih bersama skuat utama sejak Desember 2018.

Barcelona sebenarnya sudah disesaki gelandang berkualitas seperti Sergio Busquets, Ivan Rakitic, Arthur Melo, dan Frenkie De Jong yang akan bergabung pada musim panas nanti. Namun, tim Catalan mengantisipasi kepergian Rakitic ke klub lain dengan mendatangkan Rabiot.

Rabiot disebut sebagai gelandang yang serbabisa. Namun, ia jarang mendapat kepercayaan untuk membuktikan kemampuannya.

Tidak hanya di PSG, Rabiot juga disebut sebagai pemberontak di timnas Prancis. Pada Piala Dunia 2018, Adrien Rabiot menolak untuk masuk dalam daftar tunggu skuat Prancis.

Continue Reading

Hot News

Ancaman Pelatih Arsenal Kepada BATE Borisov

Lapakgol.com – Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Pelatih Arsenal Unai Emery mengusung misi balas dendam kepada BATE Borisov

Published

on

Unai Emery

Lapakgol.com – Dilansir Situs Judi Bola FortunaBola, Pelatih Arsenal Unai Emery mengusung misi balas dendam kepada BATE Borisov. Emery berjanji akan membawa The Gunners membalas kekalahan 0-1 dari BATE Borisov pada leg pertama 32 besar Liga Europa.

“Saya percaya kepada kerja kami untuk menyiapkan pertandingan selanjutnya, dan memiliki hasil berbeda di Emirates,” ujar Emery seperti dilansir Agen Bola FortunaBola.

Arsenal sebetulnya lebih dijagokan menang kendati berstatus sebagai tim tamu. Maklum, Meriam London datang dengan nama-nama senior seperti Petr Cech, Henrikh Mkhitaryan, dan Laurent Koscielny.

Sayangnya, Arsenal gagal mengonversi keunggulan kualitas itu menjadi gol. Satu gol Stanislaw Drahun di menit 45 gagal dibalas hingga pertandingan usai.

Arsenal malah harus kehilangan Alexandre Lacazette, lima menit sebelum laga usai karena diusir wasit. Alhasil, Lacazette tidak akan bermain di leg kedua nanti.

Meskipun demikian, Emery yakin, faktor kandang akan membuat Arsenal tampil berbeda. “Saya percaya kepada pemain saya dan saya percaya di kandang dan suporter kami,” ujar Emery.

Emery menambahkan, Arsenal gagal menang dari BATE di laga pertama karena kurang efisien. Padahal, Mkhitaryan dan kawan-kawan tampil lebih dominan dan memiliki banyak peluang.

“Saat momen menyerang, kami punya banyak kesempatan, lebih banyak dari mereka. Tetapi kiper dan eksekusi kami tidak efisien. Kam itelah melakukan segalanya untuk memenangkan pertandingan,” kata Emery.

Continue Reading

Trending