Connect with us
Agen Togel Agen Bola Agen Live Casino

Liga Champions

Prestasi Luar Biasa Zidane Selama Melatih 3 Tahun di Real Madrid

Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane sangat Bangga dengan Timnya telah memenangkan 3 Liga Champion secara beruntun setelah Raksasa Spanyol tersebut mengalahkan Liverpool dengan skor 3-1 Dini hari tadi

Published

on

Zinedine Zidane

Lapakgol.com – Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane sangat Bangga dengan Timnya telah memenangkan 3 Liga Champion secara beruntun setelah Raksasa Spanyol tersebut mengalahkan Liverpool dengan skor 3-1 Dini hari tadi.

Gareth Bale masuk dari bangku cadangan dan mencetak 2 gol di babak kedua, termasuk tendangan salto yang fenomenal darinya setelah Sadio Mane menyeimbangi dengan skor 1-1 setelah gol Karim Benzema.

“Hari ini pastinya hari yang bersejarah,” Ujar Zidane kepada Bein Sports. “Untuk bisa memenangkan 3 kali beruntun itu Pengalaman yang luar biasa. Ketika saya mencoba untuk mempercayai apa sudah saya capai, masih terasa seperti mimpi.

“Dengan tim seperti ini, Pastinya kita bisa meraih banyak gelar tapi untuk 3 kali secara beruntun, itu sesuatu yang gila.

“Anda harus sangat Fokus pada apa yang anda kerjakan dan juga berpikir bagaimana pikiran para pemain anda.”

Zidane yang memasuki usia 45 tahun menjadi pelatih pertama yang memenangkan Liga Champion 3 kali berturut, dan hanya baru menjadi pelatih selama 3 tahun, sebuah prestasi yang luar biasa.

Eropa

Bintang Real Madrid Optimis Timnya Dapat Bersinar di Liga Champion

Luka Modrid menilai Real Madrid masih bisa untuk menjuarai Liga Champions musim ini. Gelandang asal Kroasia itu yakin kualitas Los Galacticos tidak berbeda jauh ketimbang tiga edisi sebelumnya.

Published

on

Luka Modric

Lapakgol.comLuka Modrid menilai Real Madrid masih bisa untuk menjuarai Liga Champions musim ini. Gelandang asal Kroasia itu yakin kualitas Los Galacticos tidak berbeda jauh ketimbang tiga edisi sebelumnya.

“Tidak ada yang mustahil dalam sepak bola,” kata Modric, seperti dilansir Goal.

Real Madrid memang menjalani awal yang lambat musim ini. Baik di Liga Spanyol maupun Liga Champions, Los Blancos tampil kurang meyakinkan.

Pergantian pelatih pun dilakukan, Julen Lopetegui, yang baru masuk awal musim ini dipecat. Posisinya digantikan Santiago Solari, yang sebelumnya melatih Castilla, tim muda Real Madrid.

Modric percaya dengan mentalitas dan pengalaman menang skuat Real Madrid. Pemain Timnas Kroasia ini menilai hal itu memberi manfaat baik bagi klub ibu kota Spanyol tersebut.

“Di atas segalanya untuk Real Madrid, seperti yang telah kami buktikan dalam tiga tahun terakhir, mencapai yang tak terpikirkan,” tutur mantan pemain Tottenham Hotspur ini.

“Mengapa tidak, pergi untuk meraih gelar yang keempat beruntun, kami akan memberikan segalanya,” ucap Modric.

Meski demikian, Modric meminta rekan-rekan setimnya tetap rendah hati dan bekerja keras. Dia menghormati setiap lawan yang dihadapi Real Madrid di Eropa.

“Setiap tahun lebih sulit untuk memenangkan trofi ini. Tapi seperti yang saya katakan, kami akan mencoba segalanya untuk melakukannya,” ujar pemain berusia 33 tahun ini.

“Kami telah membuktikan pada banyak kesempatan bahwa tidak ada yang mustahil bagi tim ini,” terangnya.\

Continue Reading

Liga Champions

Antonio Conte Menjagokan Klub Ini Sebagai Jawara Liga Champions Musim 2018/19

Antonio Conte tidak menjagokan Manchester City sebagai juara Liga Champions musim ini. Ia malah mengunggulkan Juventus sebagai juara pada musim ini.

Published

on

Antonio Conte

Lapakgol.comAntonio Conte tidak menjagokan Manchester City sebagai juara Liga Champions musim ini. Ia malah mengunggulkan Juventus sebagai juara pada musim ini.

Antonio Conte yang telah menolak Real Madrid itu mengakui mengagumi perjalanan Juventus di Liga Champions musim 2018/19 sejauh ini. Conte bahkan tidak ragu-ragu menyatakan Cristiano Ronaldo cs memiliki peluang besar untuk menjadi juara.

Tidak hanya kali ini saja, Juventus dalam beberapa musim belakangan telah menjadi salah satu unggulan di Liga Champions. Seperti dengan musim 2017/18 yang lalu ketika Juve dapat terus melaju hingga babak perempat final. Real Madrid memang menjadi juara, namun perjuangan Juve tetap patut diacungi jempol.

Antonio Conte Mengagumi Komposisi Pemain Juventus

Saat ini untuk edisi musim 2018/19, Juventus kembali menjadi salah satu unggulan juara. Juventus bahkan sampai mendatangkan Cristiano Ronaldo dari Real Madrid untuk memperbesar kesempatan mereka menjadi juara.

Juventus tampil cukup memukau dan sangat baik di puncak klasemen babak penyisihan grup sejauh ini. Akan tetapi mereka harus mengalami kekalahan dari klub Manchester United pada laga terakhirnya di Liga Champions. Dalam 3 laga sebelumnya, Juve menang terus dan tidak sampai kebobolan dari lawan mereka. Hal itu tidak luput dari pengamatan Conte.

TERKAIT : 

Conte mengamati kualitas Juve dapat terlihat dari komposisi pemain yang lengkap dan menjanjikan untuk menang terus dengan banyak pengalaman. “4 atau 5 tim pasti akan menjadi pesaing kuat di Liga Champions dan 1 diantaranya adalah kubu Juventus. Mereka itu adalah tim yang sudah punya struktur yang sangat bagus sekali. Juventus pun telah berhasil memperkuat skuad dengan mendatangkan beberapa pemain juara dan pemain hebat,” ujar Antonio Conte.

 

Continue Reading

Eropa

Perseturuan Paulo Dybala dan Jose Mourinho

Aksi Jose Mourinho di markas Juventus, tengah pekan kemarin, masih menjadi bahan pembicaraan publik. Satu di antaranya datang dari bomber Juventus, Paulo Dybala, yang mengaku sempat berbincang dengan Jose Mourinho.

Published

on

Paulo Dybala

Lapakgol.com – Aksi Jose Mourinho di markas Juventus, tengah pekan kemarin, masih menjadi bahan pembicaraan publik. Satu di antaranya datang dari bomber Juventus,Paulo Dybala, yang mengaku sempat berbincang dengan Jose Mourinho.

Aksi Jose Mourinho seusai membawa Manchester United menekuk Juventus di Juventus Stadium, memang tergolong unik meski cenderung memrovokasi. Saat itu, Mourinho berjalan ke tengah lapangan sembari membuat gestur berusaha mendengar suara suporter Juventus.

Mourinho menangkupkan telapak tangannya di daun telinga, mencoba mendengar lebih jelas lagi. Aksi Mourinho tersebut tentu menyulit reaksi pemain Juve yang masih berada di lapangan, salah satunya Paulo Dybala.

Dybala termasuk satu di antara pemain pertama yang menandatangi Mourinho dan menyampaikan sesuatu. Pertandingan tersebut memang sarat tensi. Reaksi Mourinho dapat dipahami. Dia terus dicemooh fan Juve yang memenuhi stadion nyaris selama 90 menit. Mourinho membela diri hanya berusaha membalas.

Meski demikian, Dybala merasa Mourinho seharusnya tak melakukan hal tersebut. Menurut Dybala, laga tersebut sudah penuh tensi. Mourinho seharusnya tak perlu membuat gestur tak perlu yang justru membuat pertandingan kian panas.

“Saya hanya mengatakan padanya bahwa tidak perlu membuat gestur tersebut. Tidak perlu menciptakan tensi yang lebih besar daripada apa yang sudah terjadi, terkadang anda dihina dan itu buruk, tetapi tak perlu meningkatkan tensi dari apa yang sudah ada,” jelas Dybala di metro.

Secara tegas, Dybala mengungkapkan dirinya sempat berdiskusi lanjutan dengan Mourinho. Hasilnya, Dybala tetap berharap Mourinho melakukan itu untuk kali terakhir jika bersua tim lain.

Pada akhirnya, pendapat Dybala tak jauh berbeda dengan pengakuan Mourinho pasca pertandingan. Mourinho mengakui seharusnya dia tetap menjaga kepala dingin dan tidak melakukan tindakan kontroversial tersebut. Dia merasa kehilangan kontrol sejenak karena keluarganya dihina, juga Inter Milan, yang merupakan mantan klubnya.

“Seharusnya saya mungkin tak melakukan itu, dan dengan kepala dingin saya tak akan melakukannya,” tegas Jose Mourinho.

Continue Reading

Trending