Connect with us
Agen Togel Agen Bola

Hot News

Roberto Martinez Dari Belgia : “Ini Bukan Tentang Menjadi Sempurna, Tetapi Menang”

Belgia melewati ujian karakter mereka dengan tampilan semangat juang yang sesungguhnya, pelatih Roberto Martinez mengatakan setelah mereka bangkit dari ketinggalan 0-2 untuk mengalahkan Jepang 3-2 di masa injury time.

Published

on

Belgia

Lapakgol.com – Belgia melewati ujian karakter mereka dengan tampilan semangat juang yang sesungguhnya, pelatih Roberto Martinez mengatakan setelah mereka bangkit dari ketinggalan 0-2 untuk mengalahkan Jepang 3-2 di masa injury time.

Meskipun kebobolan dua kali dalam rentang empat menit di awal babak kedua, Jan Vertonghen mencetak gol dengan sundulan pada menit ke-69, pengganti Marouane Fellaini menyundul bola dari silang Eden Hazard lima menit kemudian dan Nacer Chaldi menutupnya dengan menyelesaikan dalam 10 detik, serangan pada saat saat terkhir.

“Ini adalah apa yang bisa terjadi dalam pertandingan Piala Dunia,” kata petenis Spanyol itu, yang dipekerjakan setelah timnya dipenuhi dengan talenta Liga Primer jatuh melawan Wales di perempat final Euro 2016. “Saya harus mengucapkan selamat kepada Jepang, yang memainkan pertandingan yang sempurna dan solid. Mereka membuat kami frustrasi dan secara klinis di counter. Dan kemudian itu adalah ujian karakter untuk tim.

“Anda harus melihat reaksi dari pemain yang datang. Semua orang ingin kembali ke pertandingan dan memenangkan pertandingan: 3-2 di Piala Dunia setelah 90 menit. Itu memberi tahu Anda segalanya tentang kelompok pemain ini.

Belgia

Belgia

“Tidak ada hal negatif hari ini. Itu semua tentang menyelesaikan. Kami melakukan itu. Saya sangat bangga dengan para pemain. Ini untuk semua orang di Belgia – tetap percaya pada mereka.

“Kami menunjukkan mental juara yang hebat, ini bukan tentang menjadi sempurna, tetapi menang.”

Fellaini mengatakan taktik Martinez untuk membuat Belgia lebih banyak umpan silang dan memanfaatkan dividen superior mereka yang tinggi.

“Kami kalah 2-0, jadi kami perlu memberi tekanan lebih, menempatkan bola ke depan, menyeberang lebih banyak,” kata Fellaini. “Kami melakukan itu, kami mencetak gol. Itu adalah akhir yang bagus.”

TERKAIT :

“Kami kembali ke permainan kemudian kami mulai percaya,” kata Chadli. “Mereka sangat efisien dengan bola. Mereka memiliki pemain depan yang bagus, posisi yang baik untuk para pemain.

“Itu penting untuk kepercayaan diri kami, dan tidak membiarkan negara kami jatuh. Kehilangan hari ini … Anda bisa kalah dalam permainan, tetapi cara kami bermain, kami tidak bisa kalah seperti ini. Kami harus mengubah sesuatu , ubah mentalitasnya dan kami berjuang untuk satu sama lain, dan itulah yang membuat kami menang.

 

 

 

 

 

Dunia

Paul Pogba Mengalami Perubahan Yang Lebih Baik

Published

on

Paul-Pogba

Lapakgol.com – Dilansir dari Situs Judi Bola FortunaVipBek Manchester United, Luke Shaw mengatakan nama Paul Pogba sebagai player terbaik yang dimiliki The Red Devils saat ini.

Dia percaya Pogba merupakan player istimewa yang bisa melakukan segalanya di lapangan. Pogba mulai bersinar kembali setelah ditangani Ole Gunnar Solskjaer.

Dia rutin membukukan gol dan menyumbangkan assists pada beberapa pertandingan awal Solskjaer, meski sedikit menurun pada dua atau tiga pekan terakhir.

Perkembangan Pogba ini tampak kontras jika dibandingkan dengan era Jose Mourinho tahun lalu. Saat itu, Pogba tampak seperti player yang tertekan dan tidak bisa benar-benar bermain lepas di lapangan.

Kondisi inilah yang membuat Shaw yakin bahwa Pogba sebenarnya merupakan player terbaik yang punya beberapa kemampuan hebat.

Pada awalnya, Shaw menegaskan bahwa setiap player yang membela Munchester United saat ini merupakan pemain-pemain top. Walaupun seperti itu, jika harus memilih satu player saja, Shaw yakin Pogba merupakan pilihan yang tepat.

“Kami memiliki pemain-pemain luar biasa, terlepas dari apa pun itu. Ada satu player yang sudah pasti saya pikirkan dan ada beberapa player yang saya kira bisa jadi terbaik di posisinya. Player komplet serbalengkap pasti Paul Pogba,” kata Shaw.

“Dia sudah memiliki kemampuan hebat dalam beberapa tahun terakhir tetapi dia mulai membuktikan pada kami soal Pogba yang kita semua tahu. Di sesi latihan, dia selalu ingin jadi lebih baik, dia tidak membiarkan pemain mana pun melawannya dengan mudah.”

Biarpun demikian, sehebat-hebatnya Pogba di lapangan, dia tetap memiliki kekurangan di luar lapangan.

Pogba merupakan salah satu player yang paling sering terlambat menghadiri kegiatan tim, meski frekuensi keterlambatannya mulai menurun di era Solskjaer.

Dikutip oleh situs Agen Judi Bola OnlineFortunaVip“Dia gelandang sempurna dan pemimpin tim yang hebat.”

“Player yang sering terlambat? Pogba lagi. Dahulu dia sering terlambat dan memaksa kami menunggu saat pertemuan tim, tetapi dia sudah berkembang jauh lebih baik sekarang, dia tidak pernah terlambat lagi dan itu bagus.”

“Ole sangat ketat pada ketepatan waktu sehingga jika anda terlambat, anda tidak akan melakukannya lagi setelah dia berbicara pada anda,” tutupnya.

Continue Reading

Dunia

Walaupun Kalah Dikandang Lawan Tottenham Hotspur Tetap Ke Semifinal

Published

on

man-city-tottenham-170419za

Lapakgol.com – Dilansir dari Situs Judi Bola FortunaBola.  Walaupun kalah 3-4 dari Manchester City pada sesi II perempatfinal, Tottenham Hotspur ke semifinal Liga Champions!.

The Lilywhites unggul gol tandang dalam agregat 4-4. Di Etihad Stadium, Manchester, Kamis 18 April 2019 dini hari WIB, lima gol tercipta di babak pertama. City unggul 3-2 atas Tottenham.

Gol The Citizen dicetak Raheem Sterling di menit ke-4 dan 21, serta Bernardo Silva, dan Tottenham mendapat dua gol dari aksi Son Heung-min di menit ke-7 dan 10.

Di babak kedua, kedua tim sama-sama menambah satu gol. Sergio Aguero sempat membawa City unggul 4-2, sebelum Fernando Llorente memperkecil skor menjadi 4-3. Skor bertahan hingga pertandingan selesai.

Di menit akhir, Sterling sempat membobol gawang Tottenham. Tapi VAR menganulirnya karena sebelumnya Aguero, yang memberi umpan, sudah dalam berada dalam posisi offside. Skor 3-4 tetap bertahan saat peluit tanda akhir pertandingan berbunyi.

Hasil itu sudah cukup mengantarkan Tottenham sukses ke semifinal dengan keunggulan gol tandang dalam agregat 4-4, setelah menang 1-0 di kandang pada sesi pertama.

Selanjutnya, Tottenham akan menghadapi Ajax Amsterdam di semifinal.

Susunan Pemain :

Manchester City : Ederson, Benjamin Mendy (Leroy Sane 84′), Aymeric Laporte, Vincent Kompany, Kyle Walker, Ilkay Guendogan, David Silva (Fernandinho 63′), Kevin De Bruyne, Raheem Sterling, Bernardo Silva, Sergio Aguero

Tottenham Hotspur : Hugo Lloris, Danny Rose, Jan Vertonghen, Toby Alderweireld, Kieran Trippier, Victor Wanyama, Dele Alli, Moussa Sissoko (Fernando Llorente 41′), Christian Eriksen, Lucas Moura (Ben Davies 82′), Son Heung-min.

Continue Reading

Dunia

Juventus Dikalahkan Oleh Ajax Dikandangnya

Published

on

juventus-ajax

Lapakgol.com – Dilansir dari Situs Judi Bola FortunaVip, Ajax Amsterdam ke semifinal Liga Champions! Pada sesi kedua perempatfinal, Frenkie de Jong bersama tim mengalahkan Juventus 2-1, dan lolos dengan agregat 3-2.

Bertanding di Allianz Stadium, Turin, Rabu 17 April 2019 dini hari WIB, Juventus vs Ajax berimbang di babak pertama. gol Cristiano Ronaldo di menit ke-28, dibalas oleh Donny van de Beek di menit ke-34.

Di babak kedua, Ajax unggul lewat aksi Matthijs de Ligt. Kapten De Amsterdammers itu merobek gawang Juventus di menit ke-67.

Keunggulan tim tamu bertahan hingga pertandingan selesai. Hasil ini membuat Ajax melaju ke semifinal dengan keunggulan agregat 3-2, usai pada sesi pertama berimbang 1-1.

Selanjutnya, Ajax akan menghadapi pemenang Manchester City vs Tottenham Hotspur di babak empat besar. Juventus menekan Ajax sejak peluit kick off berbunyi.

Peluang pertama datang di menit keempat, saat Emre Can bisa memblok tendangan Andre Onana, yang mendapat back pass, tapi bola reboundnya masih mengarah ke samping gawang.

Perlahan, Ajax bisa keluar dari tekanan. Tapi tetap Juventus yang bisa unggul lebih dulu lewat gol Ronaldo di menit ke-28.

Berawal dari tendangan sudut Miralem Pjanic, penyerang Portugal itu tanpa kesulitan menanduk bola ke gawang Ajax.

Sempat ditinjau VAR, gol itu disahkan wasit Clement Turpin. Ajax merespons gol itu di menit ke-34, usai Van de Beek merobek gawang Wojciech Szczesny dari jarak dekat.

Berawal dari tendangan Hakim Ziyech di luar kotak penalti, bolanya berhenti di kaki Van de Beek yang berada di dalam kotak, dan meneruskannya dengan sepakan placing ke tiang jauh sisi kanan gawang Juventus.

Gol itu sempat dicek VAR juga karena terindikasi offside, tapi wasit mengesahkannya. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama selesai.

Pergantian itu membuat posisi depan Juventus kehilangan efektivitas, karena aliran bolanya tak pernah sampai ke sang striker.

Ajax pun dengan leluasa menguasai lini tengah. Berkali-kali Van de Beek dan rekan-rekannya membahayakan gawang Szczesny berkat permainan bagus.

Di menit ke-51, Ziyech mendapat ruang tembak di sisi kanan kotak penalti, namun sepakan jarak dekatnya bisa digagalkan Szczesny yang membuat penyelamatan gemilang.

Di menit ke-57, giliran Van de Beek yang nyaris membobol gawang Juventus. Menguasai bola di luar kotak penalti sebelah kiri, ia mengarahkan bola ke tiang jauh sisi kanan, tapi lagi-lagi bisa digagalkan Szczesny.

Di menit ke-61, Juventus bisa mengancam melalui serangan balik. Memanfaatkan umpan Ronaldo, Moise Kean melepaskan tendangan kaki kanan yang mengarahkan bola masih sedikit menyamping dari gawang Ajax.

Ajax, yang masih dalam situasi memegang kendali permainan, akhirnya bisa mencetak gol keduanya lewat De Ligt pada menit ke-67. Dikutip oleh situs Agen Judi Bola OnlineFortunaVip

Berawal dari sepak pojok, sang kapten bisa menanduk bola, meski dikawal dua player Juventus, dan mengirimnya masuk ke gawang Szczesny.

Ajax memimpin 2-1. Usai tertinggal, Juventus berusaha menekan. Barisan depan tuan rumah cukup kesulitan membongkar pertahanan belakang Ajax yang tampil disiplin.

Justru Ajax yang masih terus membahayakan. Di menit ke-74, Neres nyaris membobol gawang Juventus. Memanfaatkan kesalahan Daniel Rugani, bola didapat Ziyech, yang langsung mengopernya ke Neres.

Tinggal berhadapan dengan Szczesny, sepakannya tak sempurna sehingga membuat bolanya melenceng dari gawang.

Di menit ke-80, Ajax sempat membobol gawang Juventus lagi. Kali ini Ziyech yang melepaskan tembakan melengkung yang masuk ke gawang Juventus, tapi kali ini VAR membatalkannya.

Di menit ke-89, drama terjadi. Juventus memprotes minta penalti usai Daley Blind terlihat handball. Usai dicek VAR, wasit tidak memberikan penalti. Ajax pun berhasil mempertahankan skor hingga pertandingan selesai.

Continue Reading

Trending