Connect with us
Agen Togel Agen Bola Agen Live Casino

Eropa

Tiga Calon Pengganti Jose Mourinho di Manchester United

Manchester United memulai musim 2018-2019 dengan buruk. Setan Merah sudah menelan dua kekalahan dari empat laga yang dilakoni di Liga Inggris.

Published

on

Lapakgol.comManchester United memulai musim 2018-2019 dengan buruk. Setan Merah sudah menelan dua kekalahan dari empat laga yang dilakoni di Liga Inggris.

Dengan menelan dua kekalahan, MU baru mendapat enam poin dan terpuruk di posisi 10. Mereka tertinggal enam poin dari Liverpool yang memimpin klasemen Liga Inggris.

Pencapaian mengecewakan Manchester United ini membuat posisi manajer Jose Mourinho mulai digoyang. Pasalnya sejak menangani MU tahun 2016, Mourinho belum pernah bisa memberikan gelar Liga Inggris.

Mourinho makin tersudut karena hubungannnya dengan para pemain Manchester United tak lagi harmonis. Daily Mail mengklaim ada empat pemain yang sudah tak percaya dengan Mourinho lagi.

Jika Mourinho sampai diberhentikan di tengah jalan, ada tiga kandidat yang paling memungkinkan didaulat sebagai penggantinya. Siapa saja mereka? Simak di halaman berikutnya:

3. Mauricio Pochettino

Tangan dingin Pochettino bersama Tottenham telah membuat petinggi MU kepincut padanya. Pochettino mampu meramu Spurs menjadi tim tangguh.

Bersama Pochettino, Spurs rutin masuk empat besar Liga Inggris dalam beberapa musim terakhir. Pochettino juga sukses memoles pemain-pemain muda menjadi bintang besar.

Namun sangat berat membajak Pochettino. Pasalnya Tottenham tidak akan mau mengizinkannya pergi ke Old Trafford di tengah jalan.

Spurs menyiapkan proyek jangka panjang untuk ditangani oleh Pochettino.

2. Laurent Blanc

Blanc juga masuk radar MU. Pria Prancis ini sudah tak asing dengan Old Trafford. Blanc pernah menjadi pemain MU di akhir kariernya.

Saat ini Blanc tengah menganggur. Terakhir kali Blanc melatih di Paris Saint Germain pada tahun 2016. Blanc tentu akan tertarik untuk menangani MU.

Kehadiran Blanc juga akan bisa menjinakkan Paul Pogba yang tengah gelisah di bawah asuhan Mourinho.

1. Zinedine Zidane

Zidane bisa dibilang merupakan kandidat terkuat. Pria asal Prancis itu tengah menganggur usai mundur dari Real Madrid akhir musim lalu.

Karier Zidane di dunia kepelatihan memang masih seumur jagung. Dia hanya dua setengah musim melatih Los Blancos. Namun prestasinya sangat cemerlang. Zidane membawa Real Madrid juara Liga Champions tiga kali.

Kesuksesan Zidane di Real Madrid membuat para petinggi MU kepincut untuk memakai jasanya. Apalagi MU sudah lama tidak menjuarai Liga Champions.

Eropa

Pep Guardiola Komentar Tentang Konflik Dengan Mourinho

Derby Manchester yang akan dilangsungkan pada Minggu (11/11/2018) malam WIB tak hanya menyajikan duel pemain-pemain terbaik.

Published

on

Pep Guardiola

Lapakgol.com – Derby Manchester yang akan dilangsungkan pada Minggu (11/11/2018) malam WIB tak hanya menyajikan duel pemain-pemain terbaik. Lebih dari itu, laga ini merupakan adu taktik antara dua pelatih terbaik di dunia.

Ya, kualitas Pep Guardiola tidak perlu diragukan lagi. Dia sudah menjuarai banyak trofi di Spanyol, Jerman, dan kini di Inggris. Guardiola mampu membawa City menjuarai Liga Inggris di musim keduanya.

Di sisi lain, Jose Mourinho juga tidak bisa diremehkan. Meski tengah dalam laju buruk di awal musim, saat ini tren Manchester United meningkat. Mourinho juga sudah paham betul dengan cara bermain Guardiola.

Kedua pelatih ini memang kerap kali diadu untuk menentukan siapa yang terbaik.

Guardiola dan Mourinho memang seringkali diadu media untuk menentukan siapa yang terbaik. Uniknya, hubungan mereka sebenarnya justru lebih baik dari yang dianggap media. Guardiola mengatakannya sendiri.

“Kami berdua adalah pria baik, lebih dari yang Anda duga. Jauh lebih baik, percaya saya,” tegas Guardiola di Manchester Evening News.

Pep Guardiola juga berterima kasih duel dua tim tersebut tak fokus pada duelnya dengan Mourinho. Baginya. Tim tetaplah yang lebih penting ketimbang sosok pelatih atau pemain.

Continue Reading

Eropa

Perseturuan Paulo Dybala dan Jose Mourinho

Aksi Jose Mourinho di markas Juventus, tengah pekan kemarin, masih menjadi bahan pembicaraan publik. Satu di antaranya datang dari bomber Juventus, Paulo Dybala, yang mengaku sempat berbincang dengan Jose Mourinho.

Published

on

Paulo Dybala

Lapakgol.com – Aksi Jose Mourinho di markas Juventus, tengah pekan kemarin, masih menjadi bahan pembicaraan publik. Satu di antaranya datang dari bomber Juventus,Paulo Dybala, yang mengaku sempat berbincang dengan Jose Mourinho.

Aksi Jose Mourinho seusai membawa Manchester United menekuk Juventus di Juventus Stadium, memang tergolong unik meski cenderung memrovokasi. Saat itu, Mourinho berjalan ke tengah lapangan sembari membuat gestur berusaha mendengar suara suporter Juventus.

Mourinho menangkupkan telapak tangannya di daun telinga, mencoba mendengar lebih jelas lagi. Aksi Mourinho tersebut tentu menyulit reaksi pemain Juve yang masih berada di lapangan, salah satunya Paulo Dybala.

Dybala termasuk satu di antara pemain pertama yang menandatangi Mourinho dan menyampaikan sesuatu. Pertandingan tersebut memang sarat tensi. Reaksi Mourinho dapat dipahami. Dia terus dicemooh fan Juve yang memenuhi stadion nyaris selama 90 menit. Mourinho membela diri hanya berusaha membalas.

Meski demikian, Dybala merasa Mourinho seharusnya tak melakukan hal tersebut. Menurut Dybala, laga tersebut sudah penuh tensi. Mourinho seharusnya tak perlu membuat gestur tak perlu yang justru membuat pertandingan kian panas.

“Saya hanya mengatakan padanya bahwa tidak perlu membuat gestur tersebut. Tidak perlu menciptakan tensi yang lebih besar daripada apa yang sudah terjadi, terkadang anda dihina dan itu buruk, tetapi tak perlu meningkatkan tensi dari apa yang sudah ada,” jelas Dybala di metro.

Secara tegas, Dybala mengungkapkan dirinya sempat berdiskusi lanjutan dengan Mourinho. Hasilnya, Dybala tetap berharap Mourinho melakukan itu untuk kali terakhir jika bersua tim lain.

Pada akhirnya, pendapat Dybala tak jauh berbeda dengan pengakuan Mourinho pasca pertandingan. Mourinho mengakui seharusnya dia tetap menjaga kepala dingin dan tidak melakukan tindakan kontroversial tersebut. Dia merasa kehilangan kontrol sejenak karena keluarganya dihina, juga Inter Milan, yang merupakan mantan klubnya.

“Seharusnya saya mungkin tak melakukan itu, dan dengan kepala dingin saya tak akan melakukannya,” tegas Jose Mourinho.

Continue Reading

Eropa

Masih Cinta Juventus, Pogba Tidak Merayakan Kemenangan Manchester United

Paul Pogba tak merayakan kemenangan Manchester United atas Juventus dengan skor 2-1 di Allianz Stadium, Rabu (7/11/2018) atau Kamis dini hari WIB dalam lanjutan Grup H Liga Champions.

Published

on

Paul Pogba

Lapakgol.comPaul Pogba tak merayakan kemenangan Manchester United atas Juventus dengan skor 2-1 di Allianz Stadium, Rabu (7/11/2018) atau Kamis dini hari WIB dalam lanjutan Grup H Liga Champions.

Di laga ini, Juventus sempat unggul terlebih dahulu melalui tendangan first time Cristiano Ronaldo. Namun, Manchester United berhasil mencetak dua gol melalui Juan Mata dan gol bunuh diri Alex Sandro di menit-menit akhir.

Saat Setan Merah –sebutan MU– unggul 2-1, Pogba tak merayakan gol tersebut. Gelandang asal Prancis itu memilih berselebrasi karena menghormati Juventus, klub yang dibelanya pada 2012 hingga 2016.

“Kemenangan ini penting, tapi para pendukung Juventus memberikan saya sambutan yang hangat,” ucap Pogba, seperti diberitakan Football Italia.

“Saya tidak merayakan kemenangan Manchester United saat unggul 2-1 karena merasa aneh. Saya melihat banyak orang yang saya kenal dengan baik,” katanya melanjutkan.

Pogba mengatakan, dia tak menutup kemungkinan kembali ke Juventus. Namun, untuk saat ini, Pogba memilih fokus bersama Setan Merah.

“Siapa yang tahu (balik ke Juventus)? Saya sekarang bersama MU. Ada begitu banyak pembicaraan soal ini (transfer ke Juventus). Namun, saya senang bermain untuk MU,” ujar Pogba.

“Sangat menyenangkan bisa kembali ke sini (kandang Juventus), meski rasanya aneh ke ruang ganti tim tamu. Saya sangat terbiasa dengan Juventus,” ucapnya.

Pogba sangat terharu dengan sambutan suporter Juventus. Selama memperkuat Si Nyonya Tua, dia mencatatkan 34 gol dan 43 assist dari 178 penampilan. Pogba juga membantu Juventus memenangkan empat gelar Scudetto secara beruntun.

“Reaksi para penggemar Juventus benar-benar menggerakkan hati saya. Saya merindukan mereka dan sepak bola Italia. Senang rasanya kembali ke stadion ini, di mana saya memulai dan memenangkan banyak piala.”

Continue Reading

Trending